Update: Jumat, 11 September 2026

OMED

PT. Jayamas Medica Industri Tbk.

Rp 214
0.00%
Volume
95.302 lot
MA 5
224
MA 20
233
RSI
36.11
High
218
Low
212
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.88%
Support (10d)
212
Resistance (10d)
300
Volume Trend (10d)
+58.9%
Score
10
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-0.93 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (36.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -88.357 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham OMED saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp212, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp300.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 201 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi

Berapa harga saham PT XYZ saat ini? Rp3.000. Dulu Anda pernah membelinya di harga Rp5.000. Atau Anda pernah melihatnya menyentuh Rp8.000 setahun lalu. Kini Anda merasa berat untuk menjual di harga Rp3.000 karena "masih jauh dari harga beli" atau "masih jauh dari harga tertingginya dulu". Anda memilih menahan, berharap suatu saat akan kembali ke angka-angka itu. Atau sebaliknya. Anda ingin membeli suatu saham. Harganya sekarang Rp2.000. Tapi Anda masih "terbayang" bahwa minggu lalu harganya Rp1.500. Anda merasa rugi jika membeli di harga sekarang karena "sudah naik terlalu jauh". Anda menunggu kembali ke Rp1.500, padahal secara fundamental harga Rp2.000 masih wajar. Selamat, Anda sedang menjadi korban anchoring bias. Apa Itu Anchoring Bias? Anchoring bias adalah kecenderungan psikologis untuk terlalu bergantung pada informasi pertama yang diterima (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  2. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  3. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  4. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  5. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  6. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  7. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  8. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  9. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  10. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish

TradingView Chart - OMED