Update: Kamis, 8 Oktober 2026

PBID

PT. Panca Budi Idaman Tbk.

Rp 520
-0.95%
Volume
15.693 lot
MA 5
523
MA 20
524
RSI
42.86
High
525
Low
510
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.47%
Support (10d)
510
Resistance (10d)
530
Volume Trend (10d)
+3.6%
Score
50
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-0.95 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.076 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PBID saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp510, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp530.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 510, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi

Saham perusahaan konstruksi memiliki karakteristik yang unik. Pendapatan dan laba yang dilaporkan dalam satu kuartal seringkali tidak mencerminkan pekerjaan yang sedang berjalan, melainkan hasil dari proyek-proyek yang mungkin telah dimulai satu atau dua tahun sebelumnya. Akibatnya, investor yang hanya melihat laporan laba rugi bisa saja tertinggal atau justru terjebak dalam ilusi pertumbuhan sesaat. Di sinilah Unbilled Revenue (atau pendapatan yang belum ditagih) menjadi salah satu metrik paling krusial. Ia adalah jendela yang memperlihatkan pekerjaan yang sudah dilakukan tetapi belum diakui sebagai pendapatan — sekaligus menjadi indikator kuat tentang arus kas dan pendapatan masa depan perusahaan konstruksi. Apa Itu Unbilled Revenue? Unbilled Revenue adalah nilai pekerjaan konstruksi yang telah dilaksanakan oleh perusahaan (sesuai persentase penyelesaian proyek), tetapi belum dapat ditagihkan kepada pemberi kerja karena termin penagihan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  2. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  3. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  4. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  5. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  6. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  7. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  8. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  9. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  10. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread

TradingView Chart - PBID