Update: Kamis, 11 Juni 2026

PTSN

PT. Sat Nusapersada Tbk

Rp 226
+2.73%
Volume
8.062 lot
MA 5
220
MA 20
265
RSI
24.14
High
228
Low
214
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.18%
Support (10d)
202
Resistance (10d)
278
Volume Trend (10d)
+36.4%
Score
80
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-27.10 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (24.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 664 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTSN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.18%. Area support terdekat berada di sekitar Rp202, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp278.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 226 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 260 - 283 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 215 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan

Di antara berbagai lini bisnis yang dijalankan emiten asuransi, asuransi kesehatan adalah segmen yang paling dinamis sekaligus paling berisiko. Pertumbuhan premi kesehatan memang melesat tinggi, tetapi di balik itu mengintai bahaya laten: kenaikan klaim yang tidak terkendali. Bagi investor saham, memahami Claim Ratio (atau sering disebut Loss Ratio) pada lini asuransi kesehatan adalah kunci untuk menilai apakah pertumbuhan premi yang tinggi benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru menjadi bubur hitam yang menggerus modal perusahaan. Artikel ini akan membedah secara mendalam apa itu claim ratio untuk asuransi kesehatan, bagaimana menginterpretasikannya, serta sinyal beli atau jual yang bisa Anda petik. Apa Itu Claim Ratio pada Asuransi Kesehatan? Claim ratio adalah perbandingan antara total klaim yang dibayarkan perusahaan dengan total premi yang diterima dari nasabah asuransi kesehatan. Claim Ratio...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  2. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  3. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  4. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  5. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  6. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  7. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  8. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  9. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  10. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun

TradingView Chart - PTSN