Update: Kamis, 15 Oktober 2026

PTSN

PT. Sat Nusapersada Tbk

Rp 328
-3.53%
Volume
31.960 lot
MA 5
348
MA 20
382
RSI
29.07
High
346
Low
304
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.12%
Support (10d)
304
Resistance (10d)
424
Volume Trend (10d)
-63.7%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
8.61 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.334 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTSN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp304, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp424.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 424 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 466, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 304 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?

Dalam dunia investasi saham, Anda pasti pernah mendengar istilah average down dan average up. Kedua strategi ini berkaitan dengan cara menambah posisi (membeli lebih banyak) saham yang sudah Anda miliki, baik saat harga turun maupun saat harga naik. Namun, banyak investor pemula yang keliru menerapkan strategi ini. Ada yang terus average down pada saham yang sedang jatuh tanpa batas, yang ujung-ujungnya malah memperbesar kerugian. Ada pula yang ragu melakukan average up karena takut dianggap "beli mahal", padahal sahamnya sedang dalam tren naik yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang average down dan average up: definisi, cara kerja, kelebihan dan risiko, serta panduan kapan strategi ini tepat dilakukan. Apa Itu Average Down? Average down adalah strategi membeli lebih banyak saham yang sudah Anda miliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  2. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  3. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  4. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  5. Rasio Dividend Coverage: Seberapa Aman Dividen Perusahaan Anda?
  6. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  7. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  8. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  9. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  10. Value at Risk (VaR) Sederhana: Mengukur Risiko dalam Satu Angka

TradingView Chart - PTSN