Update: Selasa, 18 Agustus 2026

PDES

PT. Destinasi Tirta Nusantara Tbk

Rp 384
-2.04%
Volume
226 lot
MA 5
397
MA 20
400
RSI
46.83
High
386
Low
380
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.69%
Support (10d)
370
Resistance (10d)
590
Volume Trend (10d)
+484.7%
Score
20
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-4.95 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (46.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PDES saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp370, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp590.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 352 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"

"Sudah saya bilang dari dulu saham ini bakal turun." "Siapa sih yang tidak tahu kalau krisis akan datang?" "Lihat kan? Saya sudah merasa aneh dengan saham itu sejak awal." Pernahkah Anda mendengar (atau bahkan mengucapkan sendiri) kalimat-kalimat seperti itu setelah suatu peristiwa pasar terjadi? Selamat, Anda sedang menyaksikan—atau mengalami—hindsight bias dalam bentuknya yang paling klasik. Apa Itu Hindsight Bias? Hindsight bias adalah kecenderungan psikologis untuk melihat suatu peristiwa yang sudah terjadi seolah-olah peristiwa tersebut mudah diprediksi sebelumnya. Dalam bahasa sederhana: setelah sesuatu terjadi, kita merasa "tahu sejak awal" bahwa hal itu akan terjadi, padahal sebelumnya kita tidak tahu apa-apa. Fenomena ini sering disebut juga sebagai "efek saya-tahu-semua" atau "bias 20/20" (mengacu pada ketajaman penglihatan setelah fakta). Di dunia saham, hindsight bias adalah musuh utama pembelajaran...

Artikel menarik lainnya:

  1. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  2. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  3. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  4. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  5. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  6. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  7. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  8. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  9. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  10. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis

TradingView Chart - PDES