Update: Senin, 5 Oktober 2026

PDES

PT. Destinasi Tirta Nusantara Tbk

Rp 382
+3.24%
Volume
403 lot
MA 5
378
MA 20
380
RSI
53.19
High
384
Low
366
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.75%
Support (10d)
366
Resistance (10d)
390
Volume Trend (10d)
-91.7%
Score
65
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
0.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 34 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PDES saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp366, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp390.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 390 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 420 - 439 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 355 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

Kita sering mendengar nasihat klasik: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Nasihat itu benar adanya. Namun, seperti halnya dalam banyak aspek kehidupan, terlalu banyak hal yang baik justru bisa menjadi bumerang. Diversifikasi berlebihan, atau yang sering disebut diworsification, adalah jebakan halus yang banyak dialami investor pemula maupun menengah. Mereka berpikir bahwa semakin banyak saham yang dimiliki, semakin aman portofolionya. Padahal, di luar titik tertentu, menambah jumlah saham justru merusak potensi return tanpa memberikan perlindungan tambahan yang berarti. Artikel ini akan mengupas mengapa diversifikasi yang dilakukan secara berlebihan justru merugikan, serta bagaimana menemukan titik optimalnya. Apa Itu Diversifikasi Berlebihan? Diversifikasi berlebihan terjadi ketika seorang investor menambahkan terlalu banyak saham atau instrumen ke dalam portofolio sehingga keuntungan dari pengurangan risiko menjadi sangat kecil (mendekati nol), tetapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  2. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  3. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  4. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  5. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  6. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  7. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  8. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  9. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula
  10. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri

TradingView Chart - PDES