Update: Senin, 5 Oktober 2026

GOTO

PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Rp 29
-3.33%
Volume
189.494.096 lot
MA 5
31
MA 20
45
RSI
8.00
High
30
Low
29
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.15%
Support (10d)
26
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
+116,658.7%
Score
45
Win Rate (30d)
3.33 %
P/L (30d)
-42.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (8.0) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -81.333.712 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GOTO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 8.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp26, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 26, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda

Anda membuka grup WhatsApp atau Telegram saham favorit Anda. Dalam lima menit, Anda membaca puluhan pesan: "UD ini bakal tembus 200! Gas terus!" "Turun dikit dikit, sabar ya kawan, masih bagus!" "Tadi saya dapat info dari dalam, ada kabar baik minggu depan." "Saya sudah beli 200 lot di 150. Siapa lagi?" "Udah naik 10 poin! Makasih admin!" Lima belas menit kemudian, Anda membeli saham itu. Bukan karena analisis Anda. Bukan karena riset Anda. Tapi karena semua orang di grup membelinya. Anda takut ketinggalan. Inilah social media dalam trading. Dan bagi kebanyakan trader ritel, ia adalah racun perlahan yang menghancurkan disiplin, mengaburkan penilaian, dan menguras modal. Artikel ini tentang perlunya social media detox selama trading. Bukan berarti Anda harus menghapus semua akun sosial media selamanya. Tapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  2. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  3. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  4. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  5. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  6. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  7. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  8. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  9. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  10. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik

TradingView Chart - GOTO