Update: Jumat, 23 Oktober 2026

PMJS

PT. Putra Mandiri Jembar Tbk.

Rp 141
+3.68%
Volume
9.145 lot
MA 5
132
MA 20
135
RSI
52.73
High
145
Low
138
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.22%
Support (10d)
114
Resistance (10d)
145
Volume Trend (10d)
-17.4%
Score
70
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-0.70 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 806 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PMJS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp114, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp145.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 144 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 155 - 162 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 131 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  2. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  3. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  4. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  5. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  6. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  7. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  8. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  9. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  10. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan

TradingView Chart - PMJS