Update: Jumat, 22 Mei 2026

TRUK

PT. Guna Timur Raya Tbk.

Rp 382
+8.52%
Volume
4.427 lot
MA 5
423
MA 20
516
RSI
22.52
High
404
Low
320

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
7.53%
Support (10d)
320
Resistance (10d)
585
Volume Trend (10d)
-74.3%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
30.82 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (22.5) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -298 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TRUK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp320, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp585.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 304 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri

Dalam dunia analisis fundamental saham, ada banyak rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Salah satu yang paling penting namun sering disalahartikan adalah Operating Profit Margin (OPM) atau Margin Laba Operasional. Kesalahan umum yang sering dilakukan investor pemula adalah membandingkan OPM sebuah perusahaan teknologi dengan perusahaan ritel, lalu menyimpulkan yang satu lebih baik dari yang lain. Padahal, setiap industri memiliki karakteristik OPM yang sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio OPM dan bagaimana membandingkannya secara bijak antar industri. Apa Itu Operating Profit Margin (OPM)? OPM adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba operasional yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Rumusnya sederhana: OPM = Laba Operasional / Penjualan Bersih × 100% Laba operasional adalah laba yang dihasilkan dari kegiatan usaha inti perusahaan,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  2. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  3. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  4. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  5. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  6. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  7. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  8. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  9. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  10. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

TradingView Chart - TRUK