Update: Jumat, 22 Mei 2026

APIC

PT. Pacific Strategic Financial Tbk.

Rp 1.345
-14.33%
Volume
641.662 lot
MA 5
1.462
MA 20
1.673
RSI
35.18
High
1.635
Low
1.345

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
8.79%
Support (10d)
1.130
Resistance (10d)
2.000
Volume Trend (10d)
-2.4%
Score
25
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
19.03 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (35.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -982 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham APIC saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 8.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.130, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.000.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.074 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil

Ada sebuah fenomena aneh yang dialami banyak investor. Di pagi hari, saat pasar baru buka, mereka merasa jernih dan percaya diri. Analisis terasa tajam. Keputusan terasa tepat. Tapi menjelang siang, atau setelah melakukan lima atau enam kali transaksi, semuanya berubah. Grafik yang tadinya jelas kini terlihat membingungkan. Keputusan terasa terburu-buru. Dan sering kali, kesalahan terbesar terjadi di jam-jam terakhir sesi perdagangan. Ini bukan kebetulan. Ini adalah kelelahan keputusan atau decision fatigue—penurunan kualitas keputusan setelah seseorang membuat terlalu banyak keputusan dalam rentang waktu tertentu. Artikel ini akan membahas bagaimana decision fatigue bekerja dalam konteks saham, mengapa ini sangat berbahaya bagi investor ritel, dan yang terpenting, bagaimana cara mengelolanya agar Anda tidak menjadi korban dari kelelahan yang tidak disadari. 1. Apa Itu Decision Fatigue? Memahami Baterai Mental...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  2. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  3. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  4. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  5. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  6. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  7. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  8. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  9. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  10. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula

TradingView Chart - APIC