Update: Rabu, 10 Juni 2026

BCIC

PT. Bank JTrust Indonesia Tbk.

Rp 92
0.00%
Volume
9.102 lot
MA 5
91
MA 20
114
RSI
31.65
High
97
Low
87
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.46%
Support (10d)
78
Resistance (10d)
144
Volume Trend (10d)
+101.7%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-29.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (31.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 833 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BCIC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp78, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp144.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 94 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 101 - 106 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 86 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  2. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  3. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  4. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  5. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  6. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  7. Aturan Praktis yang Tak Lekang Waktu: Memahami Strategi Alokasi 100 Dikurangi Usia
  8. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  9. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  10. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan

TradingView Chart - BCIC