Update: Senin, 6 Juli 2026

BCIC

PT. Bank JTrust Indonesia Tbk.

Rp 120
-0.83%
Volume
11.022 lot
MA 5
117
MA 20
119
RSI
56.49
High
125
Low
117
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
7.73%
Support (10d)
110
Resistance (10d)
174
Volume Trend (10d)
-48.1%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
3.45 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -74 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BCIC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp174.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 110, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi

Apa yang terjadi ketika sebuah perusahaan sedang merugi? PER (Price to Earnings Ratio) menjadi tidak terdefinisi atau negatif. EV/EBITDA pun bisa ikut negatif jika EBITDA-nya juga merah. Lalu bagaimana cara menilai apakah saham perusahaan yang sedang rugi itu masih layak diperhatikan atau sudah sebaiknya dihindari? Di sinilah Price to Sales (P/S) hadir sebagai solusi. Apa Itu Price to Sales (P/S)? Price to Sales (P/S) adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan pendapatan (penjualan) perusahaan. Sederhananya, P/S menjawab pertanyaan: "Berapa rupiah investor bersedia membayar untuk setiap satu rupiah pendapatan perusahaan?" Rumus P/S: P/S = Harga Saham / Pendapatan per Saham Atau secara total: P/S = Kapitalisasi Pasar / Total Pendapatan (Penjualan) Contoh Sederhana: Perusahaan A (sedang untung): Harga saham = Rp2.000 Pendapatan per saham = Rp500...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  2. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  3. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  4. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  5. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  6. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  7. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  8. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  9. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  10. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur

TradingView Chart - BCIC