Update: Senin, 5 Oktober 2026

BCIC

PT. Bank JTrust Indonesia Tbk.

Rp 133
+3.10%
Volume
3.224 lot
MA 5
131
MA 20
133
RSI
55.56
High
133
Low
125
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.07%
Support (10d)
119
Resistance (10d)
142
Volume Trend (10d)
-9.7%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
2.31 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -55 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BCIC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp119, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp142.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 119, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Impulse Wave (lima gelombang penggerak utama), kini saatnya mengenal sisi lain dari Elliott Wave Theory: Corrective Wave – tiga gelombang yang bergerak berlawanan dengan tren utama, diberi label A, B, dan C. Jika Impulse Wave adalah "otot" yang mendorong harga ke arah tren utama, maka Corrective Wave adalah "nafas" di antara dorongan-dorongan tersebut. Memahami struktur gelombang korektif sama pentingnya dengan memahami gelombang impulsif, karena di sinilah trader sering terjebak. Corrective Wave sering kali lebih kompleks, lebih berliku, dan lebih sulit diidentifikasi dibandingkan Impulse Wave. Namun, dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat mengenali di mana koreksi dimulai, di mana ia berakhir, dan kapan harus bersiap untuk gelombang impulsif berikutnya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Corrective Wave (gelombang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  2. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  3. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  4. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  5. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  6. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  7. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  8. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  9. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  10. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi

TradingView Chart - BCIC