Update: Selasa, 18 Agustus 2026

GOLF

PT. Intra Golflink Resorts Tbk.

Rp 159
-0.63%
Volume
45.006 lot
MA 5
161
MA 20
163
RSI
51.43
High
163
Low
158
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.33%
Support (10d)
157
Resistance (10d)
177
Volume Trend (10d)
+112.9%
Score
25
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-5.92 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.133 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GOLF saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.33%. Area support terdekat berada di sekitar Rp157, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp177.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 149 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat laba bersih atau Earnings per Share (EPS) sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan. Jika laba naik, Anda menganggap perusahaan sedang baik-baik saja. Namun, ada kelemahan besar dari laba akuntansi: ia mengabaikan biaya modal. Bayangkan sebuah perusahaan mencatat laba Rp 100 miliar. Terlihat hebat, bukan? Tapi bagaimana jika untuk menghasilkan laba itu, perusahaan menggunakan total modal (utang + ekuitas) sebesar Rp 2 triliun dengan biaya modal rata-rata 10%? Artinya, biaya modalnya adalah Rp 200 miliar. Secara akuntansi untung Rp 100 miliar, namun secara ekonomi perusahaan justru merugi Rp 100 miliar karena tidak mampu menutupi biaya modal. Inilah celah yang dijawab oleh Economic Value Added (EVA) – metrik yang diciptakan oleh firma konsultan Stern Stewart & Co. EVA mengukur kelebihan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  2. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  3. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  4. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  5. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  6. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  7. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  8. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  9. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  10. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar

TradingView Chart - GOLF