Update: Kamis, 8 Oktober 2026

PPRI

PT. Paperocks Indonesia Tbk.

Rp 174
-3.33%
Volume
947.873 lot
MA 5
170
MA 20
162
RSI
53.10
High
196
Low
173
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
5.76%
Support (10d)
131
Resistance (10d)
210
Volume Trend (10d)
+713.1%
Score
100
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
22.54 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.1)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.202 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PPRI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp131, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp210.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 174 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 200 - 218 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 165 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham

Seorang investor sedang membandingkan dua perusahaan farmasi. Keduanya memiliki ukuran dan pendapatan yang hampir sama. Perusahaan A melaporkan laba bersih Rp5 triliun. Perusahaan B hanya Rp3 triliun. "Jelas Perusahaan A lebih menguntungkan," pikir si investor, lalu ia membeli saham Perusahaan A. Namun setahun kemudian, Perusahaan A harus melakukan write-off besar-besaran karena proyek R&D yang dikapitalisasi selama bertahun-tahun ternyata gagal. Laba Perusahaan A anjlok, sementara Perusahaan B tetap stabil. Si investor baru sadar: Perbedaan laba yang dilaporkan bukan karena kinerja operasional berbeda, tetapi karena perbedaan perlakuan akuntansi terhadap R&D. Perusahaan A mengkapitalisasi R&D (mencatatnya sebagai aset di neraca), sehingga beban tahunan lebih kecil dan laba lebih tinggi. Perusahaan B membebankan seluruh R&D langsung (expensed), sehingga laba lebih rendah tetapi lebih konservatif. Artikel ini akan membahas secara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  2. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  3. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  4. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  5. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  6. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  7. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  8. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  9. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  10. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga

TradingView Chart - PPRI