Update: Jumat, 22 Mei 2026

RMKO

PT. Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.

Rp 346
+3.59%
Volume
123.771 lot
MA 5
386
MA 20
468
RSI
14.98
High
348
Low
284

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.61%
Support (10d)
284
Resistance (10d)
498
Volume Trend (10d)
-5.6%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-35.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (15.0) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 17.261 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RMKO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 15.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.61%. Area support terdekat berada di sekitar Rp284, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp498.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 353 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 381 - 398 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 322 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

Dalam dunia trading saham, memahami alur order dan tekanan jual-beli adalah kunci untuk menangkap peluang sekaligus menghindari jebakan likuiditas. Salah satu konsep yang cukup populer di kalangan trader profesional, terutama yang menggunakan Order Flow atau Depth of Market (DOM), adalah Stacked Imbalance. Apa itu dan bagaimana cara memanfaatkannya? Mari kita bahas. Apa Itu Stacked Imbalance? Secara sederhana, Stacked Imbalance adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan jumlah order beli dan jual yang sangat signifikan pada beberapa level harga berurutan di dalam order book. Bayangkan order book sebagai antrian orang yang ingin membeli dan menjual saham di berbagai level harga. Jika di level harga tertentu ada 1.000 lot antrean beli tetapi hanya 100 lot antrean jual, itu disebut imbalance (ketidakseimbangan). Namun, stacked imbalance terjadi ketika ketidakseimbangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  2. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  3. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  4. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  5. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  6. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  7. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  8. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  9. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  10. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba

TradingView Chart - RMKO