Update: Kamis, 11 Juni 2026

PYFA

PT. Pyridam Farma Tbk

Rp 193
-3.02%
Volume
133.233 lot
MA 5
187
MA 20
251
RSI
22.36
High
208
Low
184
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.68%
Support (10d)
158
Resistance (10d)
242
Volume Trend (10d)
-75.6%
Score
75
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-48.40 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (22.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.292 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PYFA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.68%. Area support terdekat berada di sekitar Rp158, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp242.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 193 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 222 - 241 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 183 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?

Dalam investasi saham, kita sering mendengar kalimat: "Saham itu naik turun, wajar saja." Namun, tidak semua penurunan diciptakan sama. Ada perbedaan besar antara portofolio yang turun 10% lalu pulih dalam dua bulan, dengan portofolio yang turun 50% dan butuh lima tahun untuk kembali ke titik impas. Maximum Drawdown (MDD) adalah metrik yang mengukur kerugian terbesar yang pernah dialami oleh portofolio Anda dari puncak tertinggi hingga lembah terendah, sebelum akhirnya pulih kembali ke puncak sebelumnya. Artikel ini akan membahas bagaimana mengukur, menginterpretasikan, dan menggunakan MDD untuk memahami risiko portofolio saham Anda. Apa Itu Maximum Drawdown (MDD)? Secara sederhana, Maximum Drawdown adalah jawaban atas pertanyaan: "Berapa persen kerugian terburuk yang pernah saya alami jika saya membeli di puncak tertinggi dan menjual di titik terendah?" Berbeda dengan sekadar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  2. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  3. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  5. Earnings Yield: Membalik PER untuk Melihat Imbal Hasil Saham Anda
  6. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  7. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  8. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  9. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  10. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif

TradingView Chart - PYFA