Update: Kamis, 20 Agustus 2026

PYFA

PT. Pyridam Farma Tbk

Rp 236
+10.28%
Volume
1.188.374 lot
MA 5
217
MA 20
212
RSI
68.89
High
254
Low
218
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.66%
Support (10d)
206
Resistance (10d)
254
Volume Trend (10d)
+121.3%
Score
85
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
15.69 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (68.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10.594 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PYFA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 68.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp206, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp254.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 236 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 271 - 295 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 224 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, ada satu pepatah lama yang tak pernah kehilangan maknanya: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Sayangnya, banyak investor pemula mengartikan pepatah ini secara dangkal. Mereka membeli 10 saham berbeda, lalu merasa sudah melakukan diversifikasi. Padahal, jika 10 saham itu semuanya berasal dari sektor perbankan atau properti, maka sejatinya mereka masih menaruh telur di keranjang yang sama—hanya dibagi ke dalam beberapa wadah kecil di dalam satu keranjang besar. Diversifikasi sejati tidak hanya soal jumlah saham, tetapi juga soal menyebar antar sektor yang tidak berkorelasi dan bahkan antar kelas aset yang berbeda. Mengapa Diversifikasi Antar Sektor Itu Penting? Setiap sektor ekonomi memiliki siklus dan sensitivitas yang berbeda terhadap kondisi makroekonomi. Saat suku bunga naik, saham perbankan cenderung diuntungkan, tetapi saham properti dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  2. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  3. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  4. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  5. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  6. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  7. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  8. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  9. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  10. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang

TradingView Chart - PYFA