Update: Senin, 12 Oktober 2026

PYFA

PT. Pyridam Farma Tbk

Rp 224
-0.88%
Volume
157.640 lot
MA 5
230
MA 20
226
RSI
48.98
High
232
Low
214
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.47%
Support (10d)
197
Resistance (10d)
244
Volume Trend (10d)
-1.6%
Score
45
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-10.40 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (49.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.177 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PYFA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 49.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp197, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp244.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 197, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut

Dalam dunia saham, profit berturut-turut sering kali disambut dengan euforia. Namun di balik rasa puas dan bangga tersebut, ada jebakan psikologis yang sangat berbahaya: overconfidence. Kepercayaan diri yang berlebihan setelah serangkaian keuntungan justru menjadi awal dari bencana besar bagi banyak trader dan investor. Apa Itu Overconfidence dalam Saham? Overconfidence adalah kondisi psikologis di mana seseorang meyakini bahwa kemampuannya dalam memprediksi dan menghasilkan profit jauh di atas rata-rata, terutama setelah mengalami beberapa kali keberhasilan berturut-turut. Penderitanya mulai mengabaikan faktor keberuntungan, kondisi pasar, atau kebetulan, dan menganggap semua profit murni karena kehebatannya sendiri. Ciri-ciri overconfidence antara lain: Merasa "tidak mungkin salah" setelah 3-5 kali profit beruntun. Meningkatkan ukuran posisi (lot size) secara drastis tanpa perhitungan risiko ulang. Mengabaikan stop loss karena merasa pasar akan selalu sesuai prediksi....

Artikel menarik lainnya:

  1. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  2. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  3. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  4. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  5. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  6. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  7. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  8. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  9. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  10. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham

TradingView Chart - PYFA