Update: Senin, 5 Oktober 2026

PYFA

PT. Pyridam Farma Tbk

Rp 202
+2.02%
Volume
92.884 lot
MA 5
203
MA 20
233
RSI
19.57
High
204
Low
197
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.79%
Support (10d)
197
Resistance (10d)
246
Volume Trend (10d)
-28.5%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-12.93 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (19.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10.506 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PYFA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 19.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp197, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp246.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 246 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 271, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 197 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur

Bayangkan skenario ini: sudah larut malam. Anda berbaring di tempat tidur, lampu kamar redup, ponsel menyala di depan wajah. Grafik saham bergerak naik turun. Jari Anda siap menekan tombol beli atau jual. Pasangan atau keluarga Anda sudah tertidur di samping, sementara Anda masih bergumul dengan harga penutupan pasar AS yang mempengaruhi IHSG besok pagi. Apakah skenario ini terdengar familiar? Jika iya, selamat—Anda telah melanggar salah satu aturan paling mendasar dalam psikologi trading: pemisahan ruang fisik antara kerja dan istirahat. Trading atau investasi saham adalah pekerjaan mental yang berat. Membawanya ke tempat tidur sama berbahayanya dengan membawa laptop ke kamar mandi. Artikel ini akan menjelaskan mengapa tempat tidur adalah zona terlarang untuk aktivitas pasar modal, dan bagaimana menetapkan boundary (batasan) kerja yang sehat. Mengapa Tempat Tidur...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  2. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  3. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  4. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  5. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  6. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  7. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  8. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  9. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  10. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory

TradingView Chart - PYFA