Update: Jumat, 22 Mei 2026

PYFA

PT. Pyridam Farma Tbk

Rp 242
+3.42%
Volume
305.243 lot
MA 5
267
MA 20
326
RSI
37.27
High
248
Low
220

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.36%
Support (10d)
220
Resistance (10d)
446
Volume Trend (10d)
+90.8%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-21.94 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 41.738 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PYFA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp220, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp446.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 220, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sektor lain. Mereka tidak menjual produk yang bisa diproduksi ulang tanpa batas. Mereka mengekstraksi sumber daya alam yang jumlahnya terbatas, dengan risiko geologis yang tinggi dan siklus investasi yang panjang. Dalam kondisi seperti ini, metrik valuasi tradisional seperti Price to Earnings (P/E) atau Price to Book (P/B) seringkali menyesatkan. Sebuah perusahaan migas bisa melaporkan laba bersih yang besar, tetapi jika cadangan migasnya menipis, nilai perusahaan sebenarnya sedang hancur dari dalam. Di sinilah 2P Reserve memegang peranan sentral. Bagi investor saham migas yang serius, memahami 2P Reserve adalah harga mati. Apa Itu 2P Reserve? Dalam industri migas, cadangan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kepastian geologis dan kelayakan ekonomis. Sistem klasifikasi yang paling umum digunakan adalah SPE-PRMS...

Artikel menarik lainnya:

  1. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  2. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  3. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  4. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  5. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  6. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  7. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  8. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  9. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  10. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat

TradingView Chart - PYFA