Update: Selasa, 9 Juni 2026

CYBR

PT. ITSEC Asia Tbk.

Rp 540
+0.93%
Volume
367.872 lot
MA 5
554
MA 20
765
RSI
21.05
High
560
Low
490
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.80%
Support (10d)
490
Resistance (10d)
620
Volume Trend (10d)
+33.3%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-58.62 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.1) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 28.087 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CYBR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp490, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp620.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 551 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 594 - 621 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 502 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan

Current Ratio adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki. Sederhananya, Current Ratio menjawab pertanyaan: “Apakah perusahaan memiliki cukup aset yang bisa cepat dicairkan untuk membayar tagihan-tagihan yang jatuh tempo dalam waktu dekat?” Current Assets (Aset Lancar) : Aset yang bisa diuangkan dalam waktu kurang dari satu tahun (kas, piutang, persediaan). Current Liabilities (Utang Lancar) : Utang yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun (utang dagang, utang bank jangka pendek, pajak terutang). Rumus Current Ratio Rumus Current Ratio sangat sederhana: Current Ratio = Aset Lancar / Utang Lancar Hasilnya biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal atau perbandingan (misal 2,0 atau 2:1). Contoh Hitungan Misalkan perusahaan PT Sejahtera Bersama memiliki data berikut: Total aset lancar = Rp200...

Artikel menarik lainnya:

  1. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  2. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  3. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  4. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  5. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  6. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  7. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  8. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  9. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  10. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

TradingView Chart - CYBR