Update: Senin, 5 Oktober 2026

CYBR

PT. ITSEC Asia Tbk.

Rp 490
-2.97%
Volume
359.195 lot
MA 5
492
MA 20
513
RSI
40.11
High
505
Low
484
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.83%
Support (10d)
466
Resistance (10d)
535
Volume Trend (10d)
-7.2%
Score
40
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-10.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 7.175 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CYBR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp466, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp535.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 466, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari Hammer (bullish) dan Hanging Man (bearish), kini saatnya mengenal satu pola bearish klasik lainnya: Shooting Star. Jika Hanging Man adalah "orang gantung" dengan sumbu panjang ke bawah, maka Shooting Star adalah kebalikannya—sumbu panjang menjulang ke atas bagaikan bintang jatuh di langit malam. Dalam analisa teknikal saham, Shooting Star dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan bearish yang paling dapat diandalkan, terutama ketika muncul di puncak tren naik yang panjang. Namanya sendiri mengandung makna: bintang jatuh membawa harapan (bull) yang kemudian padam dan berubah menjadi kehancuran (bear). Apa Itu Shooting Star (Bearish)? Secara visual, Shooting Star terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  2. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  3. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  4. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  5. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  6. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  7. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  8. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  9. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  10. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

TradingView Chart - CYBR