Update: Senin, 5 Oktober 2026

PURA

PT. Putra Rajawali Kencana Tbk.

Rp 37
+5.71%
Volume
146.068 lot
MA 5
36
MA 20
34
RSI
61.90
High
37
Low
35
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.10%
Support (10d)
31
Resistance (10d)
41
Volume Trend (10d)
+647.0%
Score
100
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
15.63 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 11.247 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PURA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.10%. Area support terdekat berada di sekitar Rp31, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp41.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 37 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 43 - 46 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 35 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda

Seorang investor telah mengamati harga saham PT Teknologi selama tiga bulan. Ia yakin secara fundamental saham ini bagus. Ia sudah siap membeli. Tapi ia tidak jadi membeli. "Mungkin lebih baik tunggu koreksi dulu," pikirnya. Minggu berlalu. Harga terus naik. Ia masih menunggu. Harga naik lagi. Ia tidak pernah membeli. Enam bulan kemudian, saham tersebut telah naik 80%. Investor itu hanya bisa menyesal. "Seharusnya saya beli dulu," keluhnya. Di lain waktu, investor yang sama memiliki saham yang sudah turun 15% dari harga belinya. Ia tahu secara analisis bahwa sebaiknya cut loss. Tapi ia tidak melakukannya. "Bagaimana kalau saya jual, lalu harganya naik lagi? Saya akan menyesal seumur hidup," pikirnya. Ia mempertahankan saham tersebut. Harga terus turun hingga 50%. Kini kerugiannya sudah terlalu besar untuk dipotong. Inilah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  2. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  3. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  4. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  5. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  6. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  7. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  8. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  9. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang
  10. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda

TradingView Chart - PURA