Update: Rabu, 9 September 2026

PRDA

PT. Prodia Widyahusada Tbk.

Rp 2.830
+0.71%
Volume
8.724 lot
MA 5
2.790
MA 20
2.575
RSI
81.25
High
2.850
Low
2.770
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.23%
Support (10d)
2.500
Resistance (10d)
2.940
Volume Trend (10d)
+50.5%
Score
45
Win Rate (30d)
60 %
P/L (30d)
20.43 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (81.3) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5.177 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PRDA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 81.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.23%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.940.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.500, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti ini: Anda membeli sebuah saham, lalu beberapa minggu kemudian harga saham tersebut turun. Namun alih-alih menganggapnya sebagai sinyal bahaya, Anda justru bersikap defensif. Anda membela saham itu di forum diskusi, mencari-cari alasan mengapa penurunan hanya sementara, dan mengabaikan berita negatif yang muncul. Orang lain yang menjual saham itu Anda anggap "tidak sabar" atau "kurang paham". Selamat, Anda mungkin sedang mengalami yang namanya efek endowment—fenomena psikologis di mana seseorang menilai aset yang dimilikinya jauh lebih berharga daripada nilai pasarnya yang sebenarnya. Apa Itu Efek Endowment? Efek endowment pertama kali diidentifikasi oleh Richard Thaler, ekonom perilaku peraih Nobel. Fenomena ini menjelaskan kecenderungan manusia untuk melebih-lebihkan nilai suatu barang hanya karena barang tersebut adalah miliknya. Dalam konteks saham, investor cenderung menilai saham yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  2. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  3. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  4. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  5. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  6. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  7. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  8. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  9. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  10. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi

TradingView Chart - PRDA