Update: Jumat, 22 Mei 2026

PRDA

PT. Prodia Widyahusada Tbk.

Rp 2.510
-1.57%
Volume
2.715 lot
MA 5
2.592
MA 20
2.544
RSI
48.10
High
2.540
Low
2.470

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.51%
Support (10d)
2.400
Resistance (10d)
2.900
Volume Trend (10d)
+157.1%
Score
65
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.40 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 225 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PRDA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.51%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.400, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.900.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 2.560 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 2.761 - 2.887 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 2.334 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang

Dua orang trader memiliki track record yang sangat berbeda. Trader A menang 7 kali dari 10 transaksi (win rate 70%). Namun setiap kemenangannya kecil (hanya 5%), sementara setiap kekalahannya besar (minus 20%). Hasil akhir 10 transaksi: untung 7×5% = 35%, rugi 3×20% = 60%. Net: -25%. Ia merugi meskipun menang 7 kali. Trader B hanya menang 4 kali dari 10 transaksi (win rate 40%). Namun setiap kemenangannya besar (20%), sementara setiap kekalahannya kecil (minus 5%). Hasil akhir 10 transaksi: untung 4×20% = 80%, rugi 6×5% = 30%. Net: +50%. Ia untung meskipun hanya menang 4 dari 10 kali. Apa yang membedakan mereka? Bukan win rate (persentase kemenangan), tetapi reward to risk ratio (rasio antara keuntungan rata-rata dan kerugian rata-rata). Artikel ini akan membahas secara mendalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  2. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  3. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  4. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  5. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  6. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  7. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  8. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  9. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  10. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak

TradingView Chart - PRDA