Update: Jumat, 11 September 2026

ICBP

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Rp 7.125
-0.70%
Volume
22.053 lot
MA 5
7.190
MA 20
7.511
RSI
28.26
High
7.175
Low
7.100
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.12%
Support (10d)
7.100
Resistance (10d)
7.950
Volume Trend (10d)
+54.9%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
1.42 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10.838 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ICBP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp7.100, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp7.950.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 7.950 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 8.745, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 7.100 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi

Seorang investor memiliki dua saham dalam portofolionya. Saham A: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp6.000. Ia merasa senang dan tergoda untuk menjualnya, mengambil profit Rp1.000 per saham. Saham B: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp4.000. Ia merasa tidak enak, menutup layar aplikasi trading, dan berharap suatu saat harga akan kembali ke Rp5.000. Dari dua situasi di atas, mana yang akan ia jual lebih dulu? Jika jawaban Anda adalah Saham A (yang sedang profit), selamat. Anda sama seperti kebanyakan investor. Dan sayangnya, kebanyakan investor itu salah. Fenomena inilah yang dalam psikologi keuangan disebut disposisi effect: kecenderungan investor untuk menjual saham yang sedang naik (profit) terlalu cepat, dan menahan saham yang sedang turun (rugi) terlalu lama. Ini adalah salah satu bias paling merusak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  2. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  3. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  4. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  5. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  6. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  7. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  8. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  9. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  10. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas

TradingView Chart - ICBP