Update: Jumat, 22 Mei 2026

RISE

PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk.

Rp 1.340
-6.29%
Volume
2.850 lot
MA 5
1.441
MA 20
1.607
RSI
20.56
High
1.430
Low
1.300

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.49%
Support (10d)
1.300
Resistance (10d)
1.695
Volume Trend (10d)
-62.1%
Score
55
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-32.83 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 437 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RISE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.695.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.695 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.865, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.300 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  2. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  3. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  4. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  5. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  6. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  7. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  8. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  9. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor
  10. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

TradingView Chart - RISE