Update: Senin, 6 Juli 2026

RONY

PT. Aracord Nusantara Group Tbk.

Rp 955
+2.14%
Volume
208 lot
MA 5
962
MA 20
988
RSI
53.85
High
1.060
Low
935
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
6.58%
Support (10d)
880
Resistance (10d)
1.250
Volume Trend (10d)
-39.2%
Score
45
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-19.41 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 220 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RONY saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.58%. Area support terdekat berada di sekitar Rp880, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.250.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 880, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank

Dalam dunia investasi saham perbankan, keuntungan besar sering kali datang dari penyaluran kredit yang masif. Namun, di balik setiap rupiah kredit yang disalurkan, ada risiko bahwa debitur tidak mampu membayar kembali. Risiko inilah yang ditangkap oleh rasio NPL (Non Performing Loan) atau yang akrab disebut kredit macet. Banyak investor pemula terlalu fokus pada laba bersih atau pertumbuhan kredit, tanpa menyadari bahwa kredit macet yang membengkak bisa menghapus seluruh keuntungan dalam hitungan kuartal. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu NPL, bagaimana dampaknya terhadap harga saham, serta strategi cerdas membaca rasio ini sebelum memutuskan investasi. Apa Itu NPL? Non Performing Loan (NPL) adalah rasio yang mengukur proporsi kredit bermasalah terhadap total kredit yang disalurkan bank. Suatu kredit dikategorikan sebagai NPL jika debitur telah gagal membayar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  2. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  3. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  4. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  5. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  6. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  7. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  8. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  9. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  10. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet

TradingView Chart - RONY