Update: Jumat, 22 Mei 2026

RONY

PT. Aracord Nusantara Group Tbk.

Rp 1.045
-9.91%
Volume
1.328 lot
MA 5
1.170
MA 20
1.471
RSI
2.72
High
1.065
Low
990

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.74%
Support (10d)
990
Resistance (10d)
1.900
Volume Trend (10d)
+62.2%
Score
70
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-22.59 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (2.7) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 69 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RONY saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 2.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp990, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.900.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.066 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.150 - 1.202 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 972 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam

Dalam analisis fundamental saham, banyak rasio likuiditas yang bersifat "lunak"—mereka mengasumsikan piutang bisa ditagih dan persediaan bisa dijual dalam waktu singkat. Namun, bagi investor yang benar-benar ingin mengukur ketahanan finansial perusahaan dalam kondisi terburuk, ada satu rasio yang paling keras dan tanpa kompromi: Rasio Kas terhadap Utang Lancar. Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mematikan: "Jika semua kreditur menagih besok pagi, apakah perusahaan bisa membayar dengan uang tunai yang ada di rekening hari ini?" Artikel ini akan membahas mengapa rasio ini penting, bagaimana menginterpretasikannya, dan kapan rasio yang rendah justru bukan masalah. 1. Apa Itu Rasio Kas terhadap Utang Lancar? Rasio Kas terhadap Utang Lancar (Cash to Current Liabilities Ratio) adalah indikator paling konservatif untuk mengukur likuiditas jangka pendek. Rasio ini hanya membandingkan uang tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  2. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  3. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  4. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  5. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  6. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  7. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  8. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  9. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  10. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital

TradingView Chart - RONY