Update: Senin, 5 Oktober 2026

SMKM

PT. Sumber Mas Konstruksi Tbk.

Rp 96
+6.67%
Volume
190.403 lot
MA 5
90
MA 20
97
RSI
40.54
High
98
Low
86
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.79%
Support (10d)
80
Resistance (10d)
99
Volume Trend (10d)
+25.4%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-4.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMKM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp80, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp99.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 99 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 109, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 80 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat. Harga saham naik 3 kali lipat dalam dua tahun. Ia merasa puas. Namun ia lupa bahwa perusahaan telah menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) dua tahun lalu dengan rasio konversi yang menarik. Kini, dengan harga saham yang tinggi, pemegang obligasi konversi mulai mengkonversi obligasi mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak secara signifikan. Laba per saham (EPS) yang semula tampak gemilang menjadi tergerus. Harga saham pun terkoreksi. Investor itu baru sadar: ia tidak memperhitungkan potensi dilusi dari obligasi konversi. Obligasi konversi adalah instrumen hibrida yang memiliki karakteristik utang (obligasi) sekaligus memiliki fitur konversi menjadi saham. Rasio konversi adalah jantung dari fitur ini—menentukan berapa banyak saham yang akan diperoleh pemegang obligasi ketika mereka memutuskan untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  2. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  3. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  4. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  5. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda
  6. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  7. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  8. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  9. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  10. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

TradingView Chart - SMKM