Update: Jumat, 5 Juni 2026

SMKM

PT. Sumber Mas Konstruksi Tbk.

Rp 67
-9.46%
Volume
91.955 lot
MA 5
76
MA 20
87
RSI
21.43
High
78
Low
67
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.65%
Support (10d)
67
Resistance (10d)
94
Volume Trend (10d)
+48.1%
Score
45
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-37.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.4) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5.626 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMKM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp67, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp94.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 67, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat dividend yield sebagai ukuran seberapa besar imbal hasil yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham. Namun, di era modern, banyak perusahaan besar—terutama di sektor teknologi dan korporat matang—lebih memilih untuk membeli kembali sahamnya (buyback) daripada membagikan dividen tunai. Mengapa? Karena buyback juga mengembalikan nilai kepada pemegang saham, namun dengan cara yang berbeda: mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan kepemilikan dan laba per saham (EPS) bagi investor yang tersisa. Di sinilah konsep Shareholder Yield lahir. Shareholder Yield menggabungkan dividen tunai dan pembelian kembali saham menjadi satu metrik tunggal yang mengukur total uang tunai yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham relatif terhadap harga pasar sahamnya. Apa itu Shareholder Yield? Shareholder Yield adalah persentase dari harga saham yang diwakili oleh: Dividen tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  2. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  3. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  4. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  5. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  6. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  7. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  8. Membaca Perubahan Sentimen Pasar dengan Sikap: Antara Mengikuti Arus dan Tetap Rasional
  9. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  10. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

TradingView Chart - SMKM