Update: Senin, 6 Juli 2026

ELSA

PT. Elnusa Tbk.

Rp 560
-0.88%
Volume
239.249 lot
MA 5
544
MA 20
566
RSI
35.29
High
580
Low
550
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.67%
Support (10d)
505
Resistance (10d)
580
Volume Trend (10d)
-46.8%
Score
60
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-18.25 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (35.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 38.364 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ELSA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp505, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp580.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 571 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 616 - 644 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 521 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara

Di antara berbagai metrik dalam valuasi saham tambang batubara, ada satu rasio yang paling mendasar namun paling sering diabaikan oleh investor ritel: Strip Ratio. Istilah ini mungkin terdengar teknis, tetapi sebenarnya sangat sederhana dan krusial. Strip ratio menentukan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan perusahaan hanya untuk mengakses batubara, sebelum satu ton pun berhasil dijual. Jika Anda ingin memahami mengapa dua perusahaan batubara dengan produksi sama bisa memiliki profitabilitas yang sangat berbeda, jawabannya hampir selalu dimulai dari strip ratio. Apa Itu Strip Ratio? Strip ratio (atau stripping ratio) adalah perbandingan antara volume material penutup (overburden) yang harus dikupas dengan volume batubara yang berhasil diambil dalam suatu tambang terbuka (open-pit mining). Strip Ratio=Volume Overburden (Bank Cubic Meter atau BCM)Volume Batubara (Ton)Strip Ratio=Volume Batubara (Ton)Volume Overburden (Bank Cubic Meter atau BCM)​ Atau sering juga dinyatakan dalam satuan BCM per ton batubara. Contoh sederhana: Jika strip...

Artikel menarik lainnya:

  1. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  2. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  3. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  4. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  5. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  6. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  7. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  8. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  9. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  10. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem

TradingView Chart - ELSA