Update: Selasa, 18 Agustus 2026

SCCO

PT. Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk.

Rp 2.340
+1.30%
Volume
132 lot
MA 5
2.322
MA 20
2.303
RSI
64.71
High
2.340
Low
2.320
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.69%
Support (10d)
2.280
Resistance (10d)
2.340
Volume Trend (10d)
+55.6%
Score
70
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
5.88 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SCCO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.280, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.340.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 2.387 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 2.574 - 2.691 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 2.176 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham

Akhir-akhir ini pasar sedang bullish. Harga saham naik hampir setiap hari. Anda pun menjadi optimis dan yakin bahwa kenaikan akan terus berlanjut. Anda membeli di harga tinggi karena percaya "lagi bagus-bagusnya". Lalu tiba-tiba pasar berbalik arah. Anda rugi, dan bingung mengapa prediksi Anda meleset. Atau sebaliknya. Pasar sedang terpuruk. Semua berita buruk datang bertubi-tubi. Anda menjadi pesimis dan mengira tidak akan ada akhir dari kejatuhan ini. Padahal sebenarnya sedang terjadi oversold yang justru menjadi peluang beli terbaik. Selamat, Anda telah menjadi korban dari recency bias—salah satu bias kognitif paling umum namun paling jarang disadari dalam dunia saham. Apa Itu Recency Bias? Recency bias adalah kecenderungan otak manusia untuk memberikan bobot yang lebih besar pada kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, sambil mengabaikan data historis yang lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  2. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  3. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  4. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  5. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  6. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  7. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  8. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  9. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  10. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang

TradingView Chart - SCCO