Update: Jumat, 22 Mei 2026

SCCO

PT. Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk.

Rp 2.360
-0.84%
Volume
1.273 lot
MA 5
2.390
MA 20
2.389
RSI
52.50
High
2.400
Low
2.330

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.83%
Support (10d)
2.330
Resistance (10d)
2.500
Volume Trend (10d)
+0.1%
Score
90
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
2.16 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 253 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SCCO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.330, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.360 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 2.714 - 2.950 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 2.242 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

Dalam dunia trading saham, memahami alur order dan tekanan jual-beli adalah kunci untuk menangkap peluang sekaligus menghindari jebakan likuiditas. Salah satu konsep yang cukup populer di kalangan trader profesional, terutama yang menggunakan Order Flow atau Depth of Market (DOM), adalah Stacked Imbalance. Apa itu dan bagaimana cara memanfaatkannya? Mari kita bahas. Apa Itu Stacked Imbalance? Secara sederhana, Stacked Imbalance adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan jumlah order beli dan jual yang sangat signifikan pada beberapa level harga berurutan di dalam order book. Bayangkan order book sebagai antrian orang yang ingin membeli dan menjual saham di berbagai level harga. Jika di level harga tertentu ada 1.000 lot antrean beli tetapi hanya 100 lot antrean jual, itu disebut imbalance (ketidakseimbangan). Namun, stacked imbalance terjadi ketika ketidakseimbangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  2. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  3. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  4. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  5. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  6. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  7. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  8. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  9. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  10. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat

TradingView Chart - SCCO