Update: Jumat, 5 Juni 2026

OASA

PT. Maharaksa Biru Energi Tbk.

Rp 256
-5.19%
Volume
293.670 lot
MA 5
305
MA 20
376
RSI
27.85
High
278
Low
242
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.59%
Support (10d)
242
Resistance (10d)
432
Volume Trend (10d)
-49.3%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-25.58 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.9) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 59.287 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham OASA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp242, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp432.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 432 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 475, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 242 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar pola grafik (chart pattern) berbentuk simetris atau konvergen — artinya, kedua garis trennya saling mendekat. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melebar seiring waktu, yang disebut broadening pattern. Salah satu varian yang paling menarik adalah Falling Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke bawah). Pola ini unik karena menggabungkan karakteristik volatilitas yang meningkat dengan kecenderungan arah ke bawah, dan pada akhirnya memberikan sinyal pembalikan bullish yang cukup andal. Karakteristik Falling Broadening Wedge Falling Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kemiringan yang sama-sama mengarah ke bawah. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, tetapi kedua titik ekstrem tersebut semakin menjauh, sementara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  2. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  3. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  4. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  5. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  6. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  7. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  8. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  9. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  10. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

TradingView Chart - OASA