Update: Jumat, 22 Mei 2026

CSMI

PT. Cipta Selera Murni Tbk.

Rp 91
+7.06%
Volume
75.566 lot
MA 5
92
MA 20
103
RSI
41.67
High
91
Low
82

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
6.72%
Support (10d)
82
Resistance (10d)
126
Volume Trend (10d)
+6.9%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
16.67 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 214 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CSMI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.72%. Area support terdekat berada di sekitar Rp82, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp126.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 78 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan

Dalam perjalanan tren turun yang panjang, seringkali kita melihat candlestick-candlestick besar berwarna hitam yang mengintimidasi. Namun, ketika tren mulai kehabisan napas, muncullah candlestick-candlestick kecil yang mungkin terlihat tidak berarti. Salah satu pola yang memanfaatkan fenomena ini adalah Pipe Bottom. Pola sederhana namun kuat ini terbentuk dari candlestick kecil di akhir downtrend dan dapat menjadi sinyal awal pembalikan bullish. Bagi trader yang jeli, Pipe Bottom adalah "pipa" yang menghubungkan fase penurunan dengan fase pemulihan. Karakteristik Pola Pipe Bottom Pipe Bottom (dasar pipa) adalah pola yang terbentuk dalam konteks tren turun, dengan ciri utama adanya candlestick kecil (atau beberapa candlestick kecil) di level bottom. Nama "Pipe" diambil dari bentuk visualnya yang menyerupai pipa — sebuah batang kecil vertikal (candlestick kecil) yang menjadi fondasi di dasar penurunan....

Artikel menarik lainnya:

  1. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  2. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  3. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  4. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  5. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  6. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  7. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  8. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  9. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  10. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana

TradingView Chart - CSMI