Update: Senin, 5 Oktober 2026

CSMI

PT. Cipta Selera Murni Tbk.

Rp 412
+24.10%
Volume
1.572.154 lot
MA 5
302
MA 20
228
RSI
80.10
High
414
Low
340
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
7.75%
Support (10d)
173
Resistance (10d)
414
Volume Trend (10d)
+255.2%
Score
80
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
146.71 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (80.1) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 7.657 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CSMI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 80.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp173, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp414.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 412 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 474 - 515 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 391 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham

Akhir-akhir ini pasar sedang bullish. Harga saham naik hampir setiap hari. Anda pun menjadi optimis dan yakin bahwa kenaikan akan terus berlanjut. Anda membeli di harga tinggi karena percaya "lagi bagus-bagusnya". Lalu tiba-tiba pasar berbalik arah. Anda rugi, dan bingung mengapa prediksi Anda meleset. Atau sebaliknya. Pasar sedang terpuruk. Semua berita buruk datang bertubi-tubi. Anda menjadi pesimis dan mengira tidak akan ada akhir dari kejatuhan ini. Padahal sebenarnya sedang terjadi oversold yang justru menjadi peluang beli terbaik. Selamat, Anda telah menjadi korban dari recency bias—salah satu bias kognitif paling umum namun paling jarang disadari dalam dunia saham. Apa Itu Recency Bias? Recency bias adalah kecenderungan otak manusia untuk memberikan bobot yang lebih besar pada kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, sambil mengabaikan data historis yang lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  2. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  3. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  4. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  5. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  6. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  7. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  8. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  9. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  10. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

TradingView Chart - CSMI