Update: Kamis, 8 Oktober 2026

PDPP

PT. Primadaya Plastisindo Tbk.

Rp 322
0.00%
Volume
501 lot
MA 5
325
MA 20
327
RSI
40.43
High
324
Low
314
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.48%
Support (10d)
294
Resistance (10d)
348
Volume Trend (10d)
-29.5%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.42 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PDPP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.48%. Area support terdekat berada di sekitar Rp294, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp348.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 279 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda

Seorang investor telah mengamati harga saham PT Teknologi selama tiga bulan. Ia yakin secara fundamental saham ini bagus. Ia sudah siap membeli. Tapi ia tidak jadi membeli. "Mungkin lebih baik tunggu koreksi dulu," pikirnya. Minggu berlalu. Harga terus naik. Ia masih menunggu. Harga naik lagi. Ia tidak pernah membeli. Enam bulan kemudian, saham tersebut telah naik 80%. Investor itu hanya bisa menyesal. "Seharusnya saya beli dulu," keluhnya. Di lain waktu, investor yang sama memiliki saham yang sudah turun 15% dari harga belinya. Ia tahu secara analisis bahwa sebaiknya cut loss. Tapi ia tidak melakukannya. "Bagaimana kalau saya jual, lalu harganya naik lagi? Saya akan menyesal seumur hidup," pikirnya. Ia mempertahankan saham tersebut. Harga terus turun hingga 50%. Kini kerugiannya sudah terlalu besar untuk dipotong. Inilah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  2. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  3. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  4. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  5. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  6. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  7. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham
  8. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  9. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  10. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

TradingView Chart - PDPP