Update: Senin, 5 Oktober 2026

PDPP

PT. Primadaya Plastisindo Tbk.

Rp 330
+2.48%
Volume
497 lot
MA 5
319
MA 20
328
RSI
45.45
High
338
Low
322
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.66%
Support (10d)
294
Resistance (10d)
348
Volume Trend (10d)
-25.6%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-2.37 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PDPP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp294, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp348.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 348 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 383, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 294 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio

Dalam dunia investasi saham, ada satu strategi yang terdengar sangat masuk akal: ketika harga saham turun, mengapa tidak membeli lebih banyak? Dengan begitu, rata-rata harga beli Anda menjadi lebih rendah. Ketika harga kembali naik, Anda akan untung lebih cepat. Strategi ini disebut averaging down. Pada saham-saham berfundamental bagus yang hanya mengalami koreksi sementara, averaging down bisa menjadi strategi yang cerdas. Namun pada saham dengan fundamental yang rusak, averaging down bukanlah strategi. Ia adalah jalan pintas menuju kehancuran. Banyak investor pemula yang terjebak dalam perangkap ini. Mereka melihat harga saham turun 30 persen, berpikir "murah", lalu menambah posisi. Harga turun lagi 50 persen, mereka menambah lagi. Harga turun 80 persen, mereka panik, tetapi sudah terlalu dalam untuk keluar. Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka beli bukanlah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  2. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  3. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  4. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham
  5. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  6. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  7. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  8. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  9. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  10. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu

TradingView Chart - PDPP