Update: Jumat, 22 Mei 2026

PDPP

PT. Primadaya Plastisindo Tbk.

Rp 272
+7.94%
Volume
2.698 lot
MA 5
287
MA 20
325
RSI
27.37
High
274
Low
240

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.01%
Support (10d)
240
Resistance (10d)
346
Volume Trend (10d)
-3.4%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-10.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 26 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PDPP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp240, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp346.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 346 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 381, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 240 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun

Anda membeli saham di harga 1.000 rupiah. Sekarang harganya 600 rupiah. Anda sudah rugi 40 persen. Logika berkata: "Saya harus mengevaluasi apakah saham ini masih bagus. Jika fundamentalnya rusak, lebih baik jual. Jika masih bagus, bisa tahan atau bahkan tambah." Tapi suara lain di kepala Anda berkata: "Saya sudah rugi 40 persen. Tidak mungkin saya jual sekarang. Saya tunggu sampai kembali ke 1.000, baru saya jual. Saya tidak mau rugi." Suara kedua itu adalah sunk cost fallacy—kekeliruan berpikir di mana Anda membiarkan biaya yang sudah tidak dapat kembali (sunk cost) mempengaruhi keputusan Anda saat ini dan di masa depan. Dalam bahasa sederhana: Anda menahan saham yang seharusnya dijual hanya karena Anda sudah terlanjur rugi besar. Ini adalah salah satu jebakan psikologis paling merusak dalam investasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  2. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  3. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  4. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  5. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali
  6. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  7. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  8. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  9. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  10. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda

TradingView Chart - PDPP