Update: Jumat, 2 Oktober 2026

SHIP

PT. Sillo Maritime Perdana Tbk.

Rp 2.630
-0.38%
Volume
317 lot
MA 5
2.610
MA 20
2.643
RSI
40.43
High
2.640
Low
2.510
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.74%
Support (10d)
2.440
Resistance (10d)
2.760
Volume Trend (10d)
-63.9%
Score
40
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
14.35 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SHIP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.440, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.760.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.440, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan investor pemula adalah melihat rasio Price to Book Value (PBV) sebuah saham, lalu langsung menyimpulkan apakah saham tersebut murah atau mahal berdasarkan angka absolut. "Bank A punya PBV 1,5x, Bank B punya PBV 2,0x, jadi Bank A lebih murah." Atau bahkan lebih parah: "Bank punya PBV 1,5x, sementara perusahaan teknologi punya PBV 8x, jadi teknologi terlalu mahal." Kesimpulan seperti ini bisa sangat menyesatkan. Mengapa? Karena setiap sektor memiliki karakteristik fundamental yang berbeda yang mempengaruhi "rasio PBV normal" masing-masing. Membandingkan PBV bank dengan PBV perusahaan teknologi seperti membandingkan apel dengan durian – keduanya buah, tetapi sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan karakteristik sektor perbankan dan sektor teknologi yang menyebabkan rentang PBV mereka berbeda secara fundamental. Dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  2. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  3. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  4. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  5. Value at Risk (VaR) Sederhana: Mengukur Risiko dalam Satu Angka
  6. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  7. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  8. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  9. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  10. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional

TradingView Chart - SHIP