Update: Kamis, 20 Agustus 2026

SHIP

PT. Sillo Maritime Perdana Tbk.

Rp 2.160
-3.57%
Volume
1.183 lot
MA 5
2.258
MA 20
2.081
RSI
60.37
High
2.320
Low
2.060
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.52%
Support (10d)
1.855
Resistance (10d)
2.430
Volume Trend (10d)
+195.4%
Score
65
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
25.58 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.4)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -48 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SHIP saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.855, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.430.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 2.203 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 2.376 - 2.484 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 2.009 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi

Seorang investor memiliki dua saham dalam portofolionya. Saham A: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp6.000. Ia merasa senang dan tergoda untuk menjualnya, mengambil profit Rp1.000 per saham. Saham B: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp4.000. Ia merasa tidak enak, menutup layar aplikasi trading, dan berharap suatu saat harga akan kembali ke Rp5.000. Dari dua situasi di atas, mana yang akan ia jual lebih dulu? Jika jawaban Anda adalah Saham A (yang sedang profit), selamat. Anda sama seperti kebanyakan investor. Dan sayangnya, kebanyakan investor itu salah. Fenomena inilah yang dalam psikologi keuangan disebut disposisi effect: kecenderungan investor untuk menjual saham yang sedang naik (profit) terlalu cepat, dan menahan saham yang sedang turun (rugi) terlalu lama. Ini adalah salah satu bias paling merusak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  2. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  3. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  4. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  5. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  6. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  7. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  8. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  9. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  10. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu

TradingView Chart - SHIP