Update: Jumat, 11 September 2026

SIMP

PT. Salim Ivomas Pratama Tbk.

Rp 615
-0.81%
Volume
184.867 lot
MA 5
627
MA 20
618
RSI
50.00
High
625
Low
605
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.59%
Support (10d)
605
Resistance (10d)
665
Volume Trend (10d)
+82.7%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.36 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.340 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SIMP saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp605, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp665.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 615 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 707 - 769 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 584 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri

Dalam dunia analisis fundamental saham, ada banyak rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Salah satu yang paling penting namun sering disalahartikan adalah Operating Profit Margin (OPM) atau Margin Laba Operasional. Kesalahan umum yang sering dilakukan investor pemula adalah membandingkan OPM sebuah perusahaan teknologi dengan perusahaan ritel, lalu menyimpulkan yang satu lebih baik dari yang lain. Padahal, setiap industri memiliki karakteristik OPM yang sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio OPM dan bagaimana membandingkannya secara bijak antar industri. Apa Itu Operating Profit Margin (OPM)? OPM adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba operasional yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Rumusnya sederhana: OPM = Laba Operasional / Penjualan Bersih × 100% Laba operasional adalah laba yang dihasilkan dari kegiatan usaha inti perusahaan,...

Artikel menarik lainnya:

  1. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  2. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  3. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  4. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  5. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  6. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  7. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  8. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  9. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  10. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital

TradingView Chart - SIMP