Update: Jumat, 10 Juli 2026

SINI

PT. Singaraja Putra Tbk.

Rp 7.900
-2.47%
Volume
15.934 lot
MA 5
9.200
MA 20
9.463
RSI
37.29
High
8.000
Low
7.350
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
6.22%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
10.950
Volume Trend (10d)
+21.8%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-29.62 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.3)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SINI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp10.950.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 0, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham

Dalam dunia saham, perusahaan manufaktur, pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur memiliki aset produksi yang menjadi "mesin pencetak uang" mereka. Namun, bagaimana cara menilai apakah harga saham saat ini sebanding dengan kemampuan produksi perusahaan? Jawabannya ada pada rasio yang jarang digunakan investor ritel: Rasio Enterprise Value per Kapasitas Produksi (EV/Capacity). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana: "Berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk membeli setiap satu unit kapasitas produksi perusahaan?" Artikel ini akan membahas konsep, perhitungan, interpretasi, serta bagaimana rasio ini bisa membantu Anda menemukan saham manufaktur yang murah atau justru overvalued. 1. Apa Itu Rasio EV per Kapasitas Produksi? Rasio EV per Kapasitas Produksi adalah perbandingan antara Enterprise Value (EV) perusahaan dengan total kapasitas produksi yang dimilikinya dalam satu periode. Rumus: EV/Kapasitas Produksi = Enterprise Value ÷...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  2. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  3. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  4. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  5. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  6. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  7. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  8. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  9. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  10. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor

TradingView Chart - SINI