Update: Kamis, 8 Oktober 2026

SSTM

PT. Sunson Textile Manufacture Tbk

Rp 418
-0.48%
Volume
625 lot
MA 5
418
MA 20
439
RSI
28.57
High
418
Low
410
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.21%
Support (10d)
390
Resistance (10d)
466
Volume Trend (10d)
-77.1%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-12.92 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 65 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SSTM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp390, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp466.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 466 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 513, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 390 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh

Setiap investor saham pasti pernah mendengar pepatah: "Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang." Diversifikasi adalah kunci untuk mengurangi risiko. Namun, tahukah Anda bahwa diversifikasi tidak cukup hanya dengan membeli banyak saham? Jika Anda memiliki 10 saham tetapi semuanya bergerak naik turun secara bersamaan, Anda sebenarnya tidak terdiversifikasi sama sekali. Di sinilah Correlation Matrix (matriks korelasi) menjadi alat yang sangat berharga. Apa Itu Korelasi dalam Saham? Korelasi mengukur seberapa erat hubungan pergerakan harga antara dua saham. Nilai korelasi berkisar antara -1 hingga +1. Nilai Korelasi Arti Contoh +1 Bergerak sempurna searah Dua saham bank besar di negara yang sama 0 Tidak ada hubungan Saham tambang vs saham ritel makanan -1 Bergerak berlawanan sempurna Jarang terjadi di saham, lebih umum di aset seperti emas vs dolar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  2. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  3. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  4. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  5. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  6. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  7. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  8. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  9. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  10. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama

TradingView Chart - SSTM