Update: Rabu, 10 Juni 2026

SSTM

PT. Sunson Textile Manufacture Tbk

Rp 376
+11.90%
Volume
9.196 lot
MA 5
367
MA 20
498
RSI
26.55
High
410
Low
340
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.40%
Support (10d)
316
Resistance (10d)
560
Volume Trend (10d)
-2.8%
Score
65
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-49.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (26.6) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -229 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SSTM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp316, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp560.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 384 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 414 - 432 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 350 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya

Setiap orang yang baru masuk ke dunia saham membawa mimpinya masing-masing. Ada yang membayangkan bisa berhenti bekerja dalam enam bulan. Ada yang yakin bisa menggandakan modal setiap minggu. Ada pula yang langsung membandingkan diri dengan kisah trader-trader yang berhasil membeli rumah dari hasil trading. Realitanya seringkali jauh berbeda. Tahun pertama trading adalah fase yang paling keras, paling membingungkan, dan paling penuh kejutan. Banyak yang memulai dengan penuh semangat, hanya untuk berhenti di bulan ketiga karena kecewa. Mereka tidak gagal karena kurang pintar. Mereka gagal karena ekspektasi yang tidak dikelola dengan baik sejak awal. Mitos vs Fakta: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Tahun Pertama? Sebelum membahas cara mengelola ekspektasi, mari kita luruskan beberapa mitos yang beredar luas. Mitos: Trader sukses bisa konsisten untung setiap bulan Fakta:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  2. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  3. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  4. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  5. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  6. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  7. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  8. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  9. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  10. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek

TradingView Chart - SSTM