Update: Senin, 6 Juli 2026

SMIL

PT. Sarana Mitra Luas Tbk.

Rp 286
-1.38%
Volume
188.555 lot
MA 5
287
MA 20
270
RSI
55.32
High
292
Low
282
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.89%
Support (10d)
254
Resistance (10d)
292
Volume Trend (10d)
+76.9%
Score
80
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.895 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMIL saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp254, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp292.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 286 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 329 - 358 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 272 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi

Seorang investor memiliki dua saham dalam portofolionya. Saham A: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp6.000. Ia merasa senang dan tergoda untuk menjualnya, mengambil profit Rp1.000 per saham. Saham B: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp4.000. Ia merasa tidak enak, menutup layar aplikasi trading, dan berharap suatu saat harga akan kembali ke Rp5.000. Dari dua situasi di atas, mana yang akan ia jual lebih dulu? Jika jawaban Anda adalah Saham A (yang sedang profit), selamat. Anda sama seperti kebanyakan investor. Dan sayangnya, kebanyakan investor itu salah. Fenomena inilah yang dalam psikologi keuangan disebut disposisi effect: kecenderungan investor untuk menjual saham yang sedang naik (profit) terlalu cepat, dan menahan saham yang sedang turun (rugi) terlalu lama. Ini adalah salah satu bias paling merusak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  2. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  3. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  4. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  5. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  6. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  7. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  8. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  9. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  10. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan

TradingView Chart - SMIL