Update: Selasa, 9 Juni 2026

BWPT

PT. Eagle High Plantations Tbk.

Rp 69
+6.15%
Volume
949.920 lot
MA 5
69
MA 20
95
RSI
13.64
High
71
Low
63
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.70%
Support (10d)
60
Resistance (10d)
94
Volume Trend (10d)
-24.9%
Score
60
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-50.36 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (13.6) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.055 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BWPT saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 13.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp60, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp94.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 70 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 76 - 79 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 64 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan

Dua orang investor membeli saham yang sama di harga yang sama: Rp10.000. Investor A memasang stop loss di Rp9.500 (turun 5%) dan take profit di Rp12.000 (naik 20%). Ketika harga turun ke Rp9.500, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ia masih punya modal untuk transaksi lain. Investor B tidak memasang stop loss. Ia berharap harga akan naik kembali. Harga terus turun ke Rp7.000. Ia panik, tidak tahu harus apa. Akhirnya ia menjual di harga terendah, rugi besar. Sementara itu, investor C juga membeli di Rp10.000. Ia memasang stop loss di Rp9.500 dan take profit di Rp10.500 (naik 5%). Harga naik ke Rp10.500, ia ambil untung. Namun harga terus naik hingga Rp13.000. Ia menyesal karena menjual terlalu cepat. Apa yang membedakan ketiganya? Investor A memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  2. Analisis Precedent Transaction: Menilai Saham dari Harga Akuisisi Perusahaan Sejenis
  3. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  4. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  5. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  6. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  7. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  8. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  9. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  10. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham

TradingView Chart - BWPT