Update: Rabu, 10 Juni 2026

BYAN

PT. Bayan Resources Tbk.

Rp 9.875
+2.86%
Volume
990 lot
MA 5
9.705
MA 20
10.514
RSI
21.28
High
10.000
Low
9.550
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.18%
Support (10d)
9.250
Resistance (10d)
10.625
Volume Trend (10d)
+10.3%
Score
65
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-20.04 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (21.3) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -134 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BYAN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.18%. Area support terdekat berada di sekitar Rp9.250, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp10.625.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 10.073 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 10.863 - 11.356 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 9.184 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi

Seorang investor melihat laporan laba rugi sebuah emiten. Laba bersih naik 80% dibanding tahun lalu. Luar biasa! Namun setelah diselidiki lebih dalam, kenaikan laba tersebut ternyata berasal dari penjualan anak perusahaan (gain on divestiture) sebesar Rp200 miliar. Bisnis inti perusahaan justru mengalami penurunan laba operasi 10%. Harga saham yang semula naik karena "kabar baik" kemudian anjlok ketika pasar menyadari bahwa kinerja sesungguhnya memburuk. Inilah jebakan yang paling sering dialami investor pemula: tertipu oleh pos-pos luar biasa (non-recurring items) yang tidak mencerminkan kinerja berkelanjutan perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang analisis non-recurring items, bagaimana membedakan pendapatan dan beban inti (core) versus non-inti (non-core), serta teknik menormalkan laba untuk mendapatkan gambaran kinerja bisnis yang sesungguhnya. Apa Itu Non-Recurring Items? Non-recurring items adalah pos-pos pendapatan atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  2. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  3. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  4. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  5. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda
  6. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?
  7. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  8. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  9. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  10. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio

TradingView Chart - BYAN