Update: Jumat, 5 Juni 2026

SNLK

PT. Sunter Lakeside Hotel Tbk.

Rp 230
-3.36%
Volume
96.844 lot
MA 5
236
MA 20
240
RSI
34.21
High
242
Low
228
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.50%
Support (10d)
226
Resistance (10d)
256
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-15.44 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (34.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.119 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SNLK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp226, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp256.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 226, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung

Dalam dunia saham, kebanyakan investor akrab dengan PER (Price to Earnings Ratio). Tapi bagaimana cara menilai perusahaan yang sedang dalam masa pertumbuhan cepat tetapi belum menghasilkan laba? Atau perusahaan yang sengaja membakar laba untuk ekspansi? Di sinilah Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales) menjadi senjata rahasia para investor profesional. EV/Sales adalah alat valuasi yang tidak peduli dengan struktur modal perusahaan dan tidak terganggu oleh laba yang masih negatif. Artikel ini akan membahas apa itu EV/Sales, bagaimana menghitungnya, kapan harus menggunakannya, serta bagaimana membedakan saham yang "mahal secara wajar" dengan yang "benar-benar gelembung". 1. Apa Itu Enterprise Value (EV) dan EV/Sales? Enterprise Value (EV) adalah nilai total perusahaan yang mencerminkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk "membeli" seluruh perusahaan secara utuh—termasuk utang dan ekuitas. Rumus Enterprise...

Artikel menarik lainnya:

  1. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  2. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  3. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  4. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  5. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  6. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  7. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  8. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  9. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  10. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital

TradingView Chart - SNLK