Update: Senin, 6 Juli 2026

SNLK

PT. Sunter Lakeside Hotel Tbk.

Rp 226
-0.88%
Volume
161.887 lot
MA 5
224
MA 20
227
RSI
36.84
High
228
Low
216
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.88%
Support (10d)
214
Resistance (10d)
230
Volume Trend (10d)
+10.0%
Score
60
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-8.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (36.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 344 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SNLK saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp214, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp230.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 231 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 249 - 260 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 210 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi

Dalam dunia saham, sektor teknologi dan perusahaan digital sering kali menjadi primadona karena pertumbuhannya yang eksponensial. Namun, dibalik kisah sukses yang gemilang, banyak juga perusahaan teknologi yang bangkrut dalam diam karena satu kesalahan fundamental: mereka menghabiskan terlalu banyak uang untuk mendapatkan pelanggan, tetapi setiap pelanggan hanya bertahan sebentar dan menghasilkan sedikit pendapatan. Di sinilah analisis Customer Acquisition Cost (CAC) dan Lifetime Value (LTV) menjadi sangat penting. Ini adalah dua metrik yang paling jujur tentang kesehatan model bisnis sebuah perusahaan digital, jauh sebelum laporan laba rugi menunjukkan warna sebenarnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAC dan LTV, mengapa rasio keduanya adalah penentu utama kesuksesan jangka panjang, serta bagaimana investor saham bisa menggunakannya untuk memisahkan emas dari sampah di sektor teknologi. Apa Itu Customer...

Artikel menarik lainnya:

  1. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  2. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  3. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  4. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  5. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  6. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  7. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  8. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  9. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  10. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom

TradingView Chart - SNLK