Update: Selasa, 6 Oktober 2026

SQMI

PT. Wilton Makmur Indonesia Tbk.

Rp 97
-3.00%
Volume
2.835.248 lot
MA 5
94
MA 20
96
RSI
57.14
High
101
Low
96
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
6.67%
Support (10d)
79
Resistance (10d)
111
Volume Trend (10d)
-31.8%
Score
45
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
59.02 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.068 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SQMI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp79, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp111.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 79, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berusaha mengukur kekuatan tren — tetapi kebanyakan dari mereka hanya melihat harga penutupan. Bagaimana dengan pergerakan harga di dalam periode itu sendiri? Apakah tren naik yang terjadi karena pergerakan yang konsisten setiap hari berbeda dengan tren naik yang terjadi dengan pergerakan yang liar? Vortex Indicator menjawab pertanyaan ini. Dikembangkan oleh Etienne Botes dan Douglas Siepman, indikator ini mengukur arah tren dengan menganalisis pergerakan harga dari periode ke periode — bukan hanya dari close ke close, tetapi dari high ke high dan low ke low. Hasilnya adalah dua garis: VI+ (Vortex positif) dan VI- (Vortex negatif), yang saling bersilangan untuk memberikan sinyal beli dan jual. Bagi trader yang ingin memahami "pusaran" pergerakan pasar, Vortex Indicator adalah alat yang unik dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  2. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  3. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  4. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  5. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  6. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  7. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  8. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  9. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  10. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi

TradingView Chart - SQMI