Update: Jumat, 22 Mei 2026

SQMI

PT. Wilton Makmur Indonesia Tbk.

Rp 43
+2.38%
Volume
10.656 lot
MA 5
43
MA 20
50
RSI
23.08
High
43
Low
42

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.92%
Support (10d)
40
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
+43.6%
Score
75
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-25.86 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (23.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 35.342 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SQMI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp40, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 43 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 49 - 54 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 41 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi

Apa yang terjadi ketika sebuah perusahaan sedang merugi? PER (Price to Earnings Ratio) menjadi tidak terdefinisi atau negatif. EV/EBITDA pun bisa ikut negatif jika EBITDA-nya juga merah. Lalu bagaimana cara menilai apakah saham perusahaan yang sedang rugi itu masih layak diperhatikan atau sudah sebaiknya dihindari? Di sinilah Price to Sales (P/S) hadir sebagai solusi. Apa Itu Price to Sales (P/S)? Price to Sales (P/S) adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan pendapatan (penjualan) perusahaan. Sederhananya, P/S menjawab pertanyaan: "Berapa rupiah investor bersedia membayar untuk setiap satu rupiah pendapatan perusahaan?" Rumus P/S: P/S = Harga Saham / Pendapatan per Saham Atau secara total: P/S = Kapitalisasi Pasar / Total Pendapatan (Penjualan) Contoh Sederhana: Perusahaan A (sedang untung): Harga saham = Rp2.000 Pendapatan per saham = Rp500...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  2. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  3. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  4. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  5. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  6. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  7. Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan
  8. Membaca Perubahan Sentimen Pasar dengan Sikap: Antara Mengikuti Arus dan Tetap Rasional
  9. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  10. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam

TradingView Chart - SQMI