Update: Rabu, 10 Juni 2026

HOKI

PT. Buyung Poetra Sembada Tbk.

Rp 52
-1.89%
Volume
199.266 lot
MA 5
53
MA 20
60
RSI
28.00
High
53
Low
51
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.04%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
63
Volume Trend (10d)
-23.2%
Score
60
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-25.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.0) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.596 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HOKI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp63.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 53 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 57 - 60 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 48 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio

Tidak ada momen yang lebih memicu Fear of Missing Out atau FOMO di pasar saham selain saat Initial Public Offering (IPO) sebuah perusahaan meledak. Anda pasti pernah melihatnya. Sebuah perusahaan baru saja melantai di bursa. Harga perdana 200 rupiah per saham. Hari pertama, langsung naik 50 persen menjadi 300. Hari kedua, 400. Hari ketiga, 500. Media memberitakan "saham unicorn" yang melambung tinggi. Grup WhatsApp dipenuhi dengan screenshot profit. Teman Anda yang kebetulan kebagian jatah IPO sekarang tersenyum lebar. Di saat seperti itu, satu pertanyaan muncul di kepala Anda: "Kenapa saya tidak ikut?" Lalu pertanyaan berikutnya: "Apakah masih bisa beli sekarang?" Itulah FOMO. Dan dalam konteks IPO yang sedang meledak, FOMO adalah perasaan paling berbahaya yang bisa Anda miliki. Memahami Fenomena IPO Meledak Sebelum membahas bagaimana...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  2. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  3. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  4. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  5. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  6. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  7. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  8. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  9. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  10. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil

TradingView Chart - HOKI