Update: Jumat, 22 Mei 2026

SMRU

PT. SMR Utama Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
50
MA 20
50
RSI
100.00
High
-
Low
-

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung

Dalam dunia saham, kebanyakan investor akrab dengan PER (Price to Earnings Ratio). Tapi bagaimana cara menilai perusahaan yang sedang dalam masa pertumbuhan cepat tetapi belum menghasilkan laba? Atau perusahaan yang sengaja membakar laba untuk ekspansi? Di sinilah Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales) menjadi senjata rahasia para investor profesional. EV/Sales adalah alat valuasi yang tidak peduli dengan struktur modal perusahaan dan tidak terganggu oleh laba yang masih negatif. Artikel ini akan membahas apa itu EV/Sales, bagaimana menghitungnya, kapan harus menggunakannya, serta bagaimana membedakan saham yang "mahal secara wajar" dengan yang "benar-benar gelembung". 1. Apa Itu Enterprise Value (EV) dan EV/Sales? Enterprise Value (EV) adalah nilai total perusahaan yang mencerminkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk "membeli" seluruh perusahaan secara utuh—termasuk utang dan ekuitas. Rumus Enterprise...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  4. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  5. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  6. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  7. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  8. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  9. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  10. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan

TradingView Chart - SMRU