Update: Kamis, 20 Agustus 2026

ARNA

PT. Arwana Citramulia Tbk.

Rp 492
0.00%
Volume
27.417 lot
MA 5
494
MA 20
493
RSI
54.55
High
494
Low
488
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.37%
Support (10d)
488
Resistance (10d)
505
Volume Trend (10d)
-16.7%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
6.49 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -17.246 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARNA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp488, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp505.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 505 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 556, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 488 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?

Pernahkah Anda menjual saham, lalu melihat uang hasil penjualan belum langsung masuk ke rekening dana nasabah (RDN)? Atau sebaliknya, setelah membeli saham, Anda belum bisa langsung menjualnya kembali? Mengapa ada jeda waktu antara transaksi dan penyelesaiannya? Jawabannya terletak pada waktu settlement, atau di Indonesia dikenal dengan istilah T+2. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang T+2 settlement: apa itu, mengapa ada jeda, bagaimana mekanismenya, dan apa implikasinya bagi investor. Apa Itu Settlement Saham? Settlement adalah proses penyelesaian transaksi saham di mana terjadi perpindahan efek (saham) dari penjual ke pembeli dan perpindahan dana dari pembeli ke penjual. Dengan kata lain, settlement adalah tahap akhir dari sebuah transaksi jual-beli saham yang memastikan bahwa kedua belah pihak (pembeli dan penjual) mendapatkan hak mereka masing-masing. Proses settlement melibatkan tiga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  2. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  3. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  4. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  5. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  6. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  7. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  8. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  9. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  10. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan

TradingView Chart - ARNA