Update: Jumat, 22 Mei 2026

ARNA

PT. Arwana Citramulia Tbk.

Rp 452
-0.44%
Volume
36.946 lot
MA 5
460
MA 20
485
RSI
7.69
High
454
Low
446

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.89%
Support (10d)
446
Resistance (10d)
496
Volume Trend (10d)
+5.4%
Score
60
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-14.72 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (7.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.508 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARNA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 7.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp446, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp496.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 461 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 497 - 520 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 420 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

Dalam dunia saham, perusahaan digital seperti fintech, dompet elektronik, ride-hailing, dan platform pembayaran sering kali menjadi pusat perhatian investor karena pertumbuhannya yang eksplosif. Namun, berbeda dengan perusahaan manufaktur yang menjual produk fisik, atau bank yang mencatat pendapatan bunga, perusahaan digital ini memiliki cara unik dalam mengukur skala bisnis mereka: Gross Transaction Value (GTV). Banyak investor pemula yang bingung membedakan GTV dengan pendapatan (revenue) atau GMV (Gross Merchandise Value). Akibatnya, mereka bisa salah menilai valuasi dan prospek sebuah perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu GTV, bagaimana membedakannya dengan metrik serupa, mengapa ia penting untuk analisis saham digital, serta cara menggunakannya sebagai alat investasi. Apa Itu Gross Transaction Value (GTV)? Gross Transaction Value (GTV) adalah total nilai seluruh transaksi yang diproses melalui platform dalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  2. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami
  3. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  4. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  5. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  6. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  7. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  8. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk
  9. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  10. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey

TradingView Chart - ARNA