Update: Senin, 6 Juli 2026

ARNA

PT. Arwana Citramulia Tbk.

Rp 450
0.00%
Volume
12.417 lot
MA 5
450
MA 20
433
RSI
100.00
High
450
Low
442
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.86%
Support (10d)
420
Resistance (10d)
456
Volume Trend (10d)
-37.3%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-2.60 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.006 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARNA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 100.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp420, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp456.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 420, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang

Dalam dunia investasi saham tambang dan komoditas, harga saham bisa naik turun dipengaruhi sentimen global, nilai tukar, atau bahkan berita politik di negara berkembang. Namun di balik semua fluktuasi itu, ada satu metrik fundamental yang kerap menjadi pembeda antara perusahaan tambang yang bertahan lama dengan yang bangkrut saat siklus komoditas melemah: Production Cost per Ton (atau biaya produksi per ton). Metrik ini sederhana, jujur, dan tanpa basa-basi. Ia menjawab pertanyaan: Berapa uang yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan satu ton produk tambang (batubara, nikel, tembaga, bijih besi, dll.)? Apa Itu Production Cost per Ton? Production Cost per Ton adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan tambang untuk mengekstraksi, mengolah, dan mengirimkan satu ton produk jadi (atau konsentrat) ke titik penjualan, dibagi dengan jumlah ton yang berhasil...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  2. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  3. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  4. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  5. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  6. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  7. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  8. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  9. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  10. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish

TradingView Chart - ARNA