Update: Senin, 6 Juli 2026

SUPA

PT. Super Bank Indonesia Tbk.

Rp 565
+2.73%
Volume
96.284 lot
MA 5
541
MA 20
578
RSI
37.50
High
575
Low
535
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.90%
Support (10d)
482
Resistance (10d)
590
Volume Trend (10d)
-71.4%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-34.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 36.546 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SUPA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp482, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp590.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 590 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 649, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 482 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan

Current Ratio adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki. Sederhananya, Current Ratio menjawab pertanyaan: “Apakah perusahaan memiliki cukup aset yang bisa cepat dicairkan untuk membayar tagihan-tagihan yang jatuh tempo dalam waktu dekat?” Current Assets (Aset Lancar) : Aset yang bisa diuangkan dalam waktu kurang dari satu tahun (kas, piutang, persediaan). Current Liabilities (Utang Lancar) : Utang yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun (utang dagang, utang bank jangka pendek, pajak terutang). Rumus Current Ratio Rumus Current Ratio sangat sederhana: Current Ratio = Aset Lancar / Utang Lancar Hasilnya biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal atau perbandingan (misal 2,0 atau 2:1). Contoh Hitungan Misalkan perusahaan PT Sejahtera Bersama memiliki data berikut: Total aset lancar = Rp200...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  2. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  3. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  4. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  5. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  6. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  7. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  8. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  9. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  10. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar

TradingView Chart - SUPA