Update: Jumat, 5 Juni 2026

LABS

PT. UBC Medical Indonesia Tbk.

Rp 137
-0.72%
Volume
10.678 lot
MA 5
140
MA 20
158
RSI
21.99
High
141
Low
136
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.58%
Support (10d)
134
Resistance (10d)
184
Volume Trend (10d)
-72.2%
Score
30
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-14.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (22.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -469 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LABS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.58%. Area support terdekat berada di sekitar Rp134, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp184.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 127 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!

Setiap investor saham, dari pemula hingga profesional, pasti pernah mengalami momen yang tidak mengenakkan: baru saja membeli sebuah saham, harganya langsung turun. Rasa cemas, kecewa, bahkan takut langsung menghampiri. Pertanyaan seperti “Apakah saya salah beli?” atau “Haruskah saya jual sekarang?” sering muncul. Namun, perlu dipahami bahwa fluktuasi harga adalah sifat alami dari pasar saham. Yang membedakan investor sukses dari yang lain bukanlah kemampuuan menghindari penurunan, melainkan kemampuan mengelola psikologi saat menghadapinya. Berikut adalah panduan praktis untuk menjaga kestabilan emosi Anda saat portofolio merosot. 1. Pahami Dulu: Apakah Ini Koreksi Wajar atau Fundamental yang Rusak? Langkah pertama yang paling krusial adalah jangan bereaksi sebelum menganalisis. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah seluruh pasar sedang turun (koreksi/ bearish)? Jika iya, penurunan saham Anda mungkin hanya ikut-ikutan. Ini adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  2. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  3. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  4. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  5. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  6. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  7. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  8. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  9. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  10. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa

TradingView Chart - LABS