Update: Senin, 5 Oktober 2026

SWID

PT. Saraswanti Indoland Development Tbk.

Rp 106
-3.64%
Volume
72.103 lot
MA 5
100
MA 20
114
RSI
34.43
High
110
Low
102
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.83%
Support (10d)
83
Resistance (10d)
138
Volume Trend (10d)
+23.0%
Score
30
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-15.20 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (34.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.519 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SWID saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp83, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp138.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 79 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

Dalam dunia trading saham, memahami alur order dan tekanan jual-beli adalah kunci untuk menangkap peluang sekaligus menghindari jebakan likuiditas. Salah satu konsep yang cukup populer di kalangan trader profesional, terutama yang menggunakan Order Flow atau Depth of Market (DOM), adalah Stacked Imbalance. Apa itu dan bagaimana cara memanfaatkannya? Mari kita bahas. Apa Itu Stacked Imbalance? Secara sederhana, Stacked Imbalance adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan jumlah order beli dan jual yang sangat signifikan pada beberapa level harga berurutan di dalam order book. Bayangkan order book sebagai antrian orang yang ingin membeli dan menjual saham di berbagai level harga. Jika di level harga tertentu ada 1.000 lot antrean beli tetapi hanya 100 lot antrean jual, itu disebut imbalance (ketidakseimbangan). Namun, stacked imbalance terjadi ketika ketidakseimbangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  2. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  3. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  4. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  5. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  6. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  7. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  8. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  9. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  10. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?

TradingView Chart - SWID