Update: Jumat, 14 Agustus 2026

SWID

PT. Saraswanti Indoland Development Tbk.

Rp 109
-3.54%
Volume
163.508 lot
MA 5
107
MA 20
103
RSI
64.52
High
115
Low
105
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.97%
Support (10d)
99
Resistance (10d)
126
Volume Trend (10d)
+247.6%
Score
100
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
22.47 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 694 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SWID saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp99, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp126.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 109 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 125 - 136 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 104 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?

Return on Equity (ROE) adalah salah satu rasio paling populer di dunia investasi. Rumusnya sederhana: laba bersih dibagi ekuitas pemegang saham. Semakin tinggi ROE, semakin efisien perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan pemilik. Namun, investor pemula sering membuat kesalahan fatal: membandingkan ROE antar sektor secara mentah. Mereka melihat bank dengan ROE 15% dan pabrik semen dengan ROE 15%, lalu menyimpulkan keduanya sama baiknya. Kesimpulan itu keliru. Artikel ini akan membedah secara mendalam perbedaan interpretasi ROE antara sektor keuangan (bank dan asuransi) dengan sektor manufaktur, serta bagaimana Anda sebagai investor harus menyikapinya. Mengapa ROE Tidak Bisa Dibandingkan Langsung Antar Sektor? Akar perbedaannya terletak pada struktur aset dan sumber pendanaan. Perusahaan manufaktur memiliki pabrik, mesin, dan inventaris. Perusahaan keuangan memiliki pinjaman yang diberikan (bank) atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  2. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  3. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  4. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  5. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  6. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  7. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  8. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  9. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  10. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas

TradingView Chart - SWID