Update: Jumat, 22 Mei 2026

BUKK

PT. Bukaka Teknik Utama Tbk.

Rp 735
-13.53%
Volume
5.874 lot
MA 5
945
MA 20
1.147
RSI
10.40
High
905
Low
725

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.67%
Support (10d)
725
Resistance (10d)
1.240
Volume Trend (10d)
+126.5%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-42.58 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (10.4) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -12 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUKK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 10.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp725, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.240.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 725, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, banyak investor mulai menyadari satu kebenaran sederhana: semakin sederhana strategi investasi, semakin besar kemungkinan Anda bertahan dalam jangka panjang. Di tengah hiruk-pikuk rekomendasi saham harian, prediksi indeks, dan analisa teknikal yang rumit, ada seorang pemikir bernama Harry Browne yang justru menawarkan pendekatan yang sangat berbeda. Pendekatan itu disebut Permanent Portfolio. Siapa Harry Browne? Harry Browne adalah seorang penulis, analis politik, dan manajer investasi asal Amerika Serikat yang populer pada tahun 1970-an hingga 2000-an. Ia dikenal karena pandangannya yang anti-kemapanan dan kemampuannya menyederhanakan konsep investasi yang kompleks. Browne mengajukan pertanyaan fundamental: *"Apa yang akan terjadi pada investasi saya jika saya tiba-tiba jatuh sakit dan tidak bisa mengelola portofolio selama 5 tahun? Atau jika terjadi peristiwa tak terduga seperti perang, inflasi gila-gilaan,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  2. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  3. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  4. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  5. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  6. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  7. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  8. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  9. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  10. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan

TradingView Chart - BUKK