Update: Rabu, 10 Juni 2026

TBLA

PT. Tunas Baru Lampung Tbk.

Rp 585
+2.63%
Volume
26.353 lot
MA 5
569
MA 20
638
RSI
27.91
High
590
Low
565
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.93%
Support (10d)
530
Resistance (10d)
650
Volume Trend (10d)
-20.9%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-23.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (27.9) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6.440 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TBLA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.93%. Area support terdekat berada di sekitar Rp530, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp650.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 650 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 715, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 530 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda

Seorang investor telah mengamati harga saham PT Teknologi selama tiga bulan. Ia yakin secara fundamental saham ini bagus. Ia sudah siap membeli. Tapi ia tidak jadi membeli. "Mungkin lebih baik tunggu koreksi dulu," pikirnya. Minggu berlalu. Harga terus naik. Ia masih menunggu. Harga naik lagi. Ia tidak pernah membeli. Enam bulan kemudian, saham tersebut telah naik 80%. Investor itu hanya bisa menyesal. "Seharusnya saya beli dulu," keluhnya. Di lain waktu, investor yang sama memiliki saham yang sudah turun 15% dari harga belinya. Ia tahu secara analisis bahwa sebaiknya cut loss. Tapi ia tidak melakukannya. "Bagaimana kalau saya jual, lalu harganya naik lagi? Saya akan menyesal seumur hidup," pikirnya. Ia mempertahankan saham tersebut. Harga terus turun hingga 50%. Kini kerugiannya sudah terlalu besar untuk dipotong. Inilah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  2. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  3. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  4. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  5. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  6. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  7. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  8. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  9. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  10. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

TradingView Chart - TBLA