Update: Jumat, 5 Juni 2026

BISI

PT. BISI International Tbk.

Rp 695
-1.42%
Volume
3.285 lot
MA 5
721
MA 20
743
RSI
24.24
High
705
Low
685
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.36%
Support (10d)
685
Resistance (10d)
760
Volume Trend (10d)
-43.0%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-16.27 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (24.2) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 917 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BISI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp685, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp760.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 709 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 765 - 799 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 646 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan

Penjualan naik. Laba meningkat. Harga saham melonjak. Semua terlihat sempurna. Namun pernahkah Anda bertanya: Apakah uang dari penjualan itu benar-benar sudah masuk ke kas perusahaan? Inilah pertanyaan kunci yang sering diabaikan oleh investor pemula. Sebuah perusahaan bisa mencatat penjualan besar-besaran, tetapi jika sebagian besar penjualan tersebut masih berupa piutang yang tak kunjung dibayar, maka kesehatan keuangan perusahaan sebenarnya rapuh. Di sinilah rasio Receivable Turnover (Perputaran Piutang) memegang peran vital. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Receivable Turnover, bagaimana mengukurnya, dan yang terpenting: bagaimana mendeteksi dini bahaya piutang macet sebelum terlambat. Apa Itu Receivable Turnover? Receivable Turnover adalah rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan mampu menagih piutang dari pelanggannya dalam suatu periode. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam memberikan kredit dan menagih kembali dana...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  2. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  3. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  4. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  5. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  6. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  7. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  8. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  9. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  10. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri

TradingView Chart - BISI