Update: Jumat, 11 September 2026

TELE

PT. Omni Inovasi Indonesia Tbk.

Rp 9
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
9
MA 20
9
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa

Seorang investor sedang membandingkan dua perusahaan asuransi jiwa. Keduanya melaporkan laba bersih yang hampir sama. Keduanya memiliki rasio Price to Embedded Value (P/EV) yang mirip. Namun satu perusahaan harganya terus naik, sementara yang lain stagnan. Apa bedanya? Jawabannya terletak pada Value of New Business (VNB) —metrik yang mengukur nilai yang diciptakan dari penjualan polis asuransi baru. Perusahaan pertama memiliki VNB yang tumbuh 25% per tahun. Perusahaan kedua hanya 5%. Pasar menghargai perusahaan yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan dari polis baru, bukan hanya mengelola polis lama. Dalam artikel sebelumnya, kita membahas tentang Embedded Value (EV) —nilai dari polis yang sudah ada. Artikel ini akan membahas Value of New Business (VNB) —nilai dari polis yang baru dijual, yang merupakan mesin pertumbuhan perusahaan asuransi jiwa. Apa Itu Value...

Artikel menarik lainnya:

  1. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  2. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  3. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  4. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  5. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  6. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  7. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  8. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  9. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  10. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER

TradingView Chart - TELE