Update: Rabu, 10 Juni 2026

TIRT

PT. Tirta Mahakam Resources Tbk

Rp 436
+9.55%
Volume
2.674 lot
MA 5
404
MA 20
429
RSI
52.09
High
436
Low
436
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.73%
Support (10d)
362
Resistance (10d)
550
Volume Trend (10d)
-42.4%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-20.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.1)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TIRT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp362, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp550.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 550 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 605, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 362 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, ada satu pepatah lama yang tak pernah kehilangan maknanya: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Sayangnya, banyak investor pemula mengartikan pepatah ini secara dangkal. Mereka membeli 10 saham berbeda, lalu merasa sudah melakukan diversifikasi. Padahal, jika 10 saham itu semuanya berasal dari sektor perbankan atau properti, maka sejatinya mereka masih menaruh telur di keranjang yang sama—hanya dibagi ke dalam beberapa wadah kecil di dalam satu keranjang besar. Diversifikasi sejati tidak hanya soal jumlah saham, tetapi juga soal menyebar antar sektor yang tidak berkorelasi dan bahkan antar kelas aset yang berbeda. Mengapa Diversifikasi Antar Sektor Itu Penting? Setiap sektor ekonomi memiliki siklus dan sensitivitas yang berbeda terhadap kondisi makroekonomi. Saat suku bunga naik, saham perbankan cenderung diuntungkan, tetapi saham properti dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  2. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  3. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  4. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  5. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  6. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  7. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  8. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  9. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  10. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk

TradingView Chart - TIRT