Update: Selasa, 6 Oktober 2026

TOBA

PT. TBS Energi Utama Tbk.

Rp 484
+2.54%
Volume
51.341 lot
MA 5
471
MA 20
508
RSI
40.83
High
488
Low
472
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.54%
Support (10d)
454
Resistance (10d)
525
Volume Trend (10d)
-24.6%
Score
30
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-9.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.572 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TOBA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.54%. Area support terdekat berada di sekitar Rp454, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp525.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 431 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?

Sebagai investor, Anda selalu dihadapkan pada pilihan alokasi aset: masukkan uang ke saham yang volatil atau ke obligasi pemerintah yang aman? Keputusan ini tidak bisa hanya berdasarkan "feeling". Ada pendekatan kuantitatif yang dapat membantu Anda membandingkan daya tarik relatif antara kedua kelas aset ini. Valuasi relatif terhadap obligasi pemerintah adalah kerangka analisis yang membandingkan imbal hasil saham (earning yield) dengan imbal hasil obligasi pemerintah (yield). Ketika selisihnya melebar, saham menjadi lebih menarik. Ketika menyempit, obligasi lebih menarik. Artikel ini akan membedakan bagaimana melakukan analisis valuasi relatif ini, indikator apa saja yang digunakan, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam keputusan alokasi portofolio Anda. Konsep Dasar: Membandingkan Apel dengan Apel Saham dan obligasi adalah instrumen yang sangat berbeda. Namun keduanya dapat dibandingkan melalui imbal hasil (yield) yang mereka tawarkan:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  2. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  3. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  4. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  5. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  6. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  7. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  8. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  9. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  10. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi

TradingView Chart - TOBA