Update: Senin, 5 Oktober 2026

BPII

PT. Batavia Prosperindo Internasional Tbk.

Rp 454
-1.73%
Volume
30 lot
MA 5
460
MA 20
465
RSI
42.11
High
456
Low
444
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.40%
Support (10d)
436
Resistance (10d)
498
Volume Trend (10d)
-58.4%
Score
10
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-8.84 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (42.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BPII saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp436, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp498.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 414 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan investor pemula adalah melihat rasio Price to Book Value (PBV) sebuah saham, lalu langsung menyimpulkan apakah saham tersebut murah atau mahal berdasarkan angka absolut. "Bank A punya PBV 1,5x, Bank B punya PBV 2,0x, jadi Bank A lebih murah." Atau bahkan lebih parah: "Bank punya PBV 1,5x, sementara perusahaan teknologi punya PBV 8x, jadi teknologi terlalu mahal." Kesimpulan seperti ini bisa sangat menyesatkan. Mengapa? Karena setiap sektor memiliki karakteristik fundamental yang berbeda yang mempengaruhi "rasio PBV normal" masing-masing. Membandingkan PBV bank dengan PBV perusahaan teknologi seperti membandingkan apel dengan durian – keduanya buah, tetapi sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan karakteristik sektor perbankan dan sektor teknologi yang menyebabkan rentang PBV mereka berbeda secara fundamental. Dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  2. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  3. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  4. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  5. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  6. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  7. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  8. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  9. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  10. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan

TradingView Chart - BPII