Update: Senin, 6 Juli 2026

BMHS

PT. Bundamedik Tbk.

Rp 174
+1.75%
Volume
6.074 lot
MA 5
173
MA 20
178
RSI
37.93
High
178
Low
168
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.42%
Support (10d)
168
Resistance (10d)
183
Volume Trend (10d)
-60.1%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-4.92 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -331 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BMHS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp168, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp183.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 160 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti ini: Anda membeli sebuah saham, lalu beberapa minggu kemudian harga saham tersebut turun. Namun alih-alih menganggapnya sebagai sinyal bahaya, Anda justru bersikap defensif. Anda membela saham itu di forum diskusi, mencari-cari alasan mengapa penurunan hanya sementara, dan mengabaikan berita negatif yang muncul. Orang lain yang menjual saham itu Anda anggap "tidak sabar" atau "kurang paham". Selamat, Anda mungkin sedang mengalami yang namanya efek endowment—fenomena psikologis di mana seseorang menilai aset yang dimilikinya jauh lebih berharga daripada nilai pasarnya yang sebenarnya. Apa Itu Efek Endowment? Efek endowment pertama kali diidentifikasi oleh Richard Thaler, ekonom perilaku peraih Nobel. Fenomena ini menjelaskan kecenderungan manusia untuk melebih-lebihkan nilai suatu barang hanya karena barang tersebut adalah miliknya. Dalam konteks saham, investor cenderung menilai saham yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  2. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  3. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  4. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  5. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  6. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  7. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  8. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  9. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  10. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi

TradingView Chart - BMHS