Update: Senin, 6 Juli 2026

DADA

PT. Diamond Citra Propertindo Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
2.199 lot
MA 5
50
MA 20
50
RSI
100.00
High
50
Low
50
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
+4.9%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DADA saat ini menunjukkan kecenderungan sideways pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 100.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 5 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham

Seorang teman baru pertama kali membeli saham dua minggu lalu. Ia mendapat profit 20% dalam waktu singkat. Sekarang ia merasa sudah "menguasai pasar". Ia memberi rekomendasi saham ke semua orang, yakin dengan analisisnya yang sederhana, dan menganggap investor lama yang lebih konservatif sebagai "ketinggalan zaman" atau "kurang berani". Di sisi lain, seorang investor dengan pengalaman 15 tahun tampak lebih hati-hati. Ia jarang bicara dengan penuh keyakinan. Setiap rekomendasi selalu dibumbui disclaimer tentang risiko. Ia mengakui bahwa banyak hal yang masih tidak ia pahami tentang pasar. Siapa yang lebih kompeten secara objektif? Investor pemula yang baru dua minggu, atau investor senior yang 15 tahun? Jawabannya jelas: investor senior tentu lebih kompeten. Namun ironinya, investor pemula itulah yang lebih percaya diri. Ia berada di puncak gunung kebodohan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  2. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  3. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  4. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  5. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  6. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  7. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  8. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  9. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  10. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih

TradingView Chart - DADA