Update: Senin, 5 Oktober 2026

UVCR

PT. Trimegah Karya Pratama Tbk.

Rp 268
+0.75%
Volume
870.562 lot
MA 5
262
MA 20
196
RSI
82.76
High
288
Low
250
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.07%
Support (10d)
163
Resistance (10d)
288
Volume Trend (10d)
+41.1%
Score
70
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
88.73 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (82.8) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.668 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UVCR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 82.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp163, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp288.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 273 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 295 - 308 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 249 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit

Sebut saja Gojek, Tokopedia, Traveloka, atau perusahaan rintisan teknologi lainnya sebelum merger dan akuisisi. Selama bertahun-tahun, mereka melaporkan kerugian besar—miliaran dolar menguap setiap kuartal. Namun investor ventura, private equity, dan bahkan investor publik di bursa saham (melalui listing di luar negeri) tetap berlomba-lomba menanamkan modal dengan valuasi puluhan miliar dolar. Mengapa? Karena mereka tidak menilai laba saat ini, melainkan potensi laba masa depan. Di bursa saham Indonesia, kita juga mulai melihat fenomena serupa. Emiten-emiten teknologi, digital, atau rintisan yang melantai di IDX seringkali masih dalam fase pertumbuhan tinggi tetapi belum profit. Saham mereka diperdagangkan, dan investor harus menentukan apakah harga tersebut mahal atau murah—tanpa EPS (earning per share) yang positif. Artikel ini akan membahas secara komprehensif metode-metode valuasi untuk perusahaan yang belum profit, mulai dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  2. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  3. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  4. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  5. Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan
  6. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  7. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  8. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  9. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  10. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang

TradingView Chart - UVCR